Persoalan tata kelola BUMDes ditiap desa pada seluruh kecamatan di Ende, antara lain ketidaksiapan pengurus mengakibatkan manajemen BUMDes berjalan ditempat, macetnya dana pinjaman pada warga desa pada program simpan pinjam, dan BUMDes belum memanfaatkan aset dan potensi desa secara penuh.
“Berangkat dari semua problem itu, kita merasakan perlu melakukan kegiatan ToT bagi calon pendamping BUMDES merupakan wujud komitmen bersama untuk mengentaskan permasalahan BUMDes dari hulu yakni mempersiapkan SDM.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Prodi Magister Manajemen Pascasarjana Uniflor dengan Kementrian Desa PDTT, STAN, Universitas Islam Nahdatul Ulama Jepara, dan pemda Ende,” ujarnya.
Ia menjelaskan bajwa, kegiatan ToT tersebut merupakan langkah awal untuk menghasilkan para pelatih yang berkualitas terlebih dahulu. Selanjutnya para pendamping diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendampingan bagi para pengelola BUMDes.
Setelah itu, mereka akan di supervisi secara eksternal oleh para mitra dan supervisi internal oleh kolegium doktoral program Pascasarjana Uniflor. “Untuk koordinasi seluruh pendamping BUMDes ini pada sekolah BUMDes.
Jadi sekolah BUMDes ini merupakan inovasi layanan kami yang berkolaborasi antara Pascasarjana Uniflor dengan LP2M PKN STAN dan disupervisi oleh mitra Kemendes PDTT, dan Unisnu Jepara,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













