Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geothermal: “Kami Lebih Butuh Tanah Untuk Hidup Daripada Proyek Yang Mengancam Masa Depan”

Avatar photo
Berita76.Com

JAKARTA, REDAKSI 76. COM,– Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geothermal yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil dan pegiat lingkungan (JPIC OFM, PADMA Indonesia, FORMMADA NTT, AMMAN FLOBAMORA dan KOMMAS NGADA, red) tegas menyatakan menolah proyek geothermal di daratan Flores-Nusa Tenggara Timur (NTT). Koalisi menegaskan, bahwa mereka lebih butuh tanah untuk hidup mereka dan anak cucu, daripada proyek yang merusak masa depan Flores.

Demikian disampaikan Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geothermal dalam rilis tertulis yang diterima tim media ini pada Jumat, 01 Agustus 2025, terkait wacana pengembangan proyek geothermal di wilayah Flores.

“Kalau semua proyek geothermal dibangun, kami kehilangan ribuan hektar lahan. Lalu kami hidup di mana? Makan apa? Lebih penting mana, hidup kami atau hidupnya proyek dan investornya?” kritik mereka.

Menurut Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geothermal, proyek panas bumi di kawasan cincin api itu (Flores, red) justru membawa ancaman serius terhadap lingkungan, sumber penghidupan, dan kehidupan sosial budaya masyarakat adat.

Berkaca pada kegagalan proyek geothermal Mataloko di Daratei, Koalisi menyebut fakta-fakta kerusakan yang sudah terjadi: lahan pertanian rusak, mata air tercemar, habitat makhluk hidup musnah, dan lumpur panas yang terus keluar tanpa henti, meninggalkan rongga berbahaya di lempeng tektonik Flores.

“Relasi masyarakat adat dengan alam rusak. Kearifan lokal kehilangan tempat berpijak,” tegas mereka dalam pernyataan resmi.

Penolakan Koalisi ini didasari fakta lapangan bahwa lokasi-lokasi proyek geothermal yang direncanakan justru berada di atas lahan pertanian produktif: sawah, ladang, kebun kopi, kakao, kemiri, dan cengkeh—semua adalah sumber nafkah utama masyarakat Flores.

 

Koalisi menilai, akan lebih mulia dan beradab jika sekitar 1.000 hektar lahan milik masyarakat adat itu dijadikan pusat pertanian untuk mendukung program Kedaulatan Pangan Nasional, bukan dikorbankan untuk investasi energi yang belum tentu membawa manfaat lokal.

Baca Juga :  Polres Malaka Berhasil Ungkap Peredaran Gelap Narkoba Jenis Sabu

Dengan kondisi yang mengancam hak-hak dasar masyarakat Flores, Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geothermal bersama sejumlah organisasi seperti JPIC OFM, PADMA Indonesia, FORMMADA NTT, AMMAN FLOBAMORA, dan KOMMAS NGADA menyampaikan beberapa tuntutan: