Redaksi76.com – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan keluhan masyarakat terkait dugaan penipuan oleh investasi daring OMC.
Sejumlah pengguna mengaku mengalami kerugian finansial setelah terlibat dalam skema investasi yang disebut belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pantauan Redaksi76.com, diskusi soal OMC hampir setiap hari menghiasi lini masa media sosial, terutama Facebook.
Banyak warganet mengungkapkan kekecewaan dan perasaan tertipu, bahkan ada yang menyebut kerugian hingga jutaan rupiah.
Tim Redaksi76.com bersama pimpinan redaksi Floresupdate.com menelusuri kasus ini dengan menghubungi salah satu korban, YPR.
“Saya salah satu korbannya,” ujar YPR saat ditemui tim media
Menurut YPR, awalnya ia tergiur karena iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, belakangan, akses ke akun investasi mulai bermasalah dan komunikasi dengan pihak pengelola semakin sulit.
Untuk memastikan kebenaran informasi, tim media mencoba menghubungi pihak manajemen OMC cabang Ende yang berkantor di Jalan Kelimutu, Kota Ende. Namun, saat tiba di lokasi, kantor tampak tertutup rapat dan tidak terlihat adanya aktivitas operasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak OMC maupun klarifikasi dari lembaga terkait seperti OJK.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi daring yang tidak memiliki izin resmi dan menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat.
Mengingat banyaknya, korban yang mengaku dirugikan oleh investasi tersebut, Ketua Maurole Project Alviano Wiwi minta pihak Polres Ende segera sikapi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













