Redaksi76.com – Di bawah langit biru Kota Ende yang cerah, gema takbir Idul Adha menggema lembut, menyatu dengan semilir angin yang membawa aroma tanah kelahira
Di hari yang penuh berkah itu, Forum Kepedulian Kaum Dhuafa Indonesia Timur (FOKDIT) kembali hadir, bukan sekadar sebagai organisasi sosial, tapi sebagai jembatan kasih antara rezeki dan kebutuhan, antara mereka yang telah pergi dan tanah yang mereka cintai.
Pada Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi ini, FOKDIT membagikan daging qurban dan santunan di dua titik di Kabupaten Ende di KM 6, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, dan Kampung Aembonga, Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan.
Kegiatan ini bukan hanya seremoni sosial tahunan, tetapi sebuah perwujudan cinta yang tak putus terhadap kampung halaman.
Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, tampak hadir Ketua FOKDIT, Siti Sauda H. Mustafa, yang jauh-jauh datang dari perantauan untuk memastikan bahwa tangan-tangan kasih FOKDIT menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.
Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, juga hadir, bersama Ketua PHBI Kabupaten Ende dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
“Saya sampaikan apresiasi untuk Pak Wakil yang sudah meluangkan waktu untuk hadir dalam acara ini. Kita bangga karena wakil bupati orang Roworeke,” ujar Sauda dengan senyum yang mengandung keharuan.
Ucapan itu bukan sekadar bentuk hormat, tapi juga pengakuan bahwa kebersamaan adalah ruh dari setiap kerja sosial.
Sauda menegaskan bahwa kegiatan berbagi di hari raya sudah menjadi agenda tahunan FOKDIT.
“Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas kami. Setiap tahun kami lakukan, bukan hanya di Ende, tapi juga di beberapa daerah lain,” jelasnya.
Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada sosok Sauda.
“Beliau ini salah satu orang Ende yang berjuang di luar, tetapi setelah mendapat rejeki, ia kembali pulang dan berbagi kepada kaum dhuafa di tanah kelahirannya,” ungkapnya dengan nada yang sarat penghormatan.
Ia berharap langkah Sauda bisa menjadi teladan bagi anak-anak Ende lainnya yang kini berada di rantau.
Tak hanya berhenti di pembagian daging qurban, FOKDIT juga aktif dalam memperjuangkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dari gedung PAUD hingga sarana air bersih, dari kapela hingga masjid, dari rabat jalan hingga harapan-harapan yang mulai tumbuh.
Saat ini, FOKDIT tengah membangun satu unit gedung PAUD di Desa Aewora, Kecamatan Maurole sebagai satu bukti bahwa kerja sosial mereka bukan sesaat, tapi berakar kuat dan menjulang tinggi.
Di hari raya yang sakral ini, FOKDIT kembali membuktikan bahwa cinta tanah kelahiran tak hanya tinggal dalam doa, tapi bergerak nyata dalam aksi.
Dan di balik daging qurban yang dibagikan, ada ketulusan yang tak ternilai, ada harapan yang kembali menyala, dan ada kepedulian yang melampaui batas-batas administratif.
Sebab, bagi mereka yang pulang membawa cinta, setiap langkah di tanah kelahiran adalah bentuk ibadah yang paling indah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













