Redaksi76.com – Di sebuah sudut tenang Kota Kupang, tepatnya di Jalan Oe Ekam, Kelurahan Sikumana, berdiri sebuah rumah harapan.
Ia bukan sekadar bangunan tempat belajar, melainkan mercusuar yang menuntun banyak anak bangsa keluar dari gelapnya keterbatasan.
Namanya PKBM Bintang Flobamora.
Lembaga ini hadir sebagai bintang, memberi cahaya bagi mereka yang nyaris kehilangan arah dalam perjalanan pendidikan.
Di tengah realitas masih banyaknya anak dan orang dewasa yang terhenti langkah belajarnya, PKBM Bintang Flobamora memilih untuk tidak sekadar mengajar, tetapi menghidupkan kembali mimpi.
Predikat Akreditasi A yang disandangnya bukanlah sekadar huruf dan angka. Ia adalah simbol dari ketekunan, kesetiaan, dan keberanian untuk terus melayani pendidikan dengan hati.
Di Kota Kupang, PKBM ini berdiri sebagai bukti bahwa pendidikan non-formal mampu menjelma menjadi jalan bermartabat, setara, dan berkualitas.
Di balik denyut kehidupan lembaga ini, berdiri sosok Polikarpus Do, Direktur PKBM Bintang Flobamora.
Dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hak segelintir orang, melainkan milik semua.
“PKBM hadir bukan untuk menghakimi masa lalu seseorang, tetapi untuk membuka masa depannya,” tuturnya, seolah menegaskan bahwa setiap orang selalu punya kesempatan kedua.
Komitmen itu tidak berhenti pada kata. Tahun 2019 menjadi tonggak sejarah ketika PKBM Bintang Flobamora dinobatkan sebagai PKBM Terbaik Indonesia.
Sebuah pengakuan nasional atas kerja sunyi yang selama ini dilakukan: menangani Anak Tidak Sekolah, menumbuhkan literasi, dan menyiapkan keterampilan vokasi yang relevan dengan kehidupan nyata.
Di ruang-ruang belajar PKBM ini, usia tidak pernah menjadi batas. Paket A, B, dan C hadir sebagai jembatan harapan, menghubungkan masa lalu yang tertunda dengan masa depan yang diimpikan.
Ijazah bukanlah tujuan akhir, melainkan tiket keberanian untuk melangkah lebih jauh: bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan.
Tak hanya itu, PKBM Bintang Flobamora juga menabur benih literasi melalui pendidikan keaksaraan dan Taman Bacaan Masyarakat.
Di sanalah huruf-huruf sederhana berubah menjadi kunci pembebasan, membuka jendela dunia bagi mereka yang sebelumnya terkurung dalam keterbatasan baca-tulis.
Sementara itu, program vokasi seperti Pendidikan Kecakapan Kerja dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha menjadi dapur pembentuk kemandirian.
Warga belajar tidak hanya diajarkan cara bertahan hidup, tetapi juga cara berdiri tegak dengan percaya diri di tengah kerasnya persaingan zaman.
“Kami ingin lulusan kami tidak sekadar lulus, tetapi juga tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Polikarpus, menegaskan filosofi belajar yang berakar pada kehidupan.
Semua capaian ini bukanlah hasil kerja satu atau dua orang. Ia tumbuh dari gotong royong pengelola, tutor, mitra, dan warga belajar yang percaya bahwa perubahan selalu mungkin, selama ada kemauan untuk belajar dan bertumbuh bersama.
Dengan semangat Belajar dan Bertumbuh Bersama, PKBM Bintang Flobamora terus melangkah, menyiapkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan keterampilan.
Dari Kupang, lembaga ini menyalakan api kecil yang kelak diharapkan menjadi cahaya besar bagi Generasi Emas Indonesia 2045.
Sebab di PKBM Bintang Flobamora, pendidikan bukan sekadar proses, ia adalah perjalanan memanusiakan manusia.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













