Usai mendengar penjelasan tersebut, tim wartawan memutuskan untuk kembali menelusuri ruas jalan yang telah dikerjakan itu. Setibanya di perempatan jalan Katedral Gereja Kristus Raja Ende, tim wartawan menghentikan kendaraan dan mengamati hasil pekerjaan hotmix tersebut. Nampak jelas butiran kasar di permukaan hotmixnya. Hotmix juga tampak bergelombang.

Padahal lazimnya, meskipun hotmix baru dikerjakan atau dihampar tetapi permukaan hotmixnya harus tetap halus dan tidak boleh kelihatan butiran-butiran kasar dan berpori. Usai mengamati hotmix di ruas tersebut, tim wartawan kembali menyusuri Jalan Mahoni hingga Jalan Soekarno menuju Jalan Katedral Kristus Raja Ende.
Dan hasil pekerjaan hotmix nya pun sama yaitu berpori dan bergelombang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2, Ruas Ende-Wolowaru, Wilhelmus Sagu Djawa yang dikonfirmasi per telepon pada Kamis (15/12/22) mengatakan, hasil pekerjaan PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) secara keseluruhan baik.
“Kontraktor pelaksananya PT. BCTC, Direkturnya Pak Athur Surya Darma (Salah satu putra Heng Kosmas). Kalau saya melihat pekerjaan secara keseluruhan baik, hanya ada bagian-bagian yang mungkin agak kasar,” ujar pria yang akrab di sapa Wely.
Menurut Wely, permukaan aspal akan rata dengan sendirinya sekitar sebulan di lalui kendaraan. “Cuman kalau pekerjaan aspal itu, biasanya kita menunggu dalam waktu sebulanlah, dengan maksud ketika LHR mulai jalan, lalu lintas sudah lewat, nanti kita lihat aspalnya akan naik. Aspal yang kasar atau berpori itu biasanya akan tertutup,” katanya.
Namun jika permukaan aspal tetap kasar dan berpori, lanjut Wely, maka pihaknya akan meminta Kosmas Heng untuk memperbaikinya.
“Tapi kalau toh nanti kami lihat perkembangan ke depan ini, kalau memang perlu diperbaiki, kami siap untuk perbaiki,” tandasnya.
Mengenai kurangnya split dan abu batu dalam campuran aspal/hotmix yang diproduksi PT. BCTC, Wely mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium oleh pihaknya, aspal PT. BCTC telah memenuhi standar. “Kalau menurut hasil lab kita, memang masuk. Pakai abu batu. Semua menggunakan abu batu,” katanya.
Namun menurutnya, tidak seluruh hotmix tampak baik. “Hanya memang itulah tidak semua pelaksanaan di segmen atau semua tempat itu baik 100 %. Ada beberapa faktorlah mungkin. Tapi kita lihat beberapa waktu ke depan, kalau LHR-nya sudah jalan bagus, dia masih ada indikasi kasar atau apa bagaimana? Mungkin kami akan perbaiki,” ujar Wely.
Wely menjelaskan, pada Ruas Ende-Wolowaru ada 2 kegiatan yang dilaksanakan PT. BCTC yakni: 1) Kegiatan Preservasi Jalan senilai Rp 6.385.984.000. Realisasi Fisik: 63% dan Keungan 47,65%; dan 2) Kegiatan Penanganan Longsoran Rp 1.101.717.000. Realisasi Fisik 68,02% dan Keuangan 49,54%. “Dua paket ini dilaksanakan PT. BCTC. Lokasinya sama, di km 27 Waktu pelaksanaannya 44 hari kalender, sampai 31 Desember 2022,” bebernya.
Terkait sisa waktu pelaksanaan pekerjaan yang pendek, Ia berharap cuaca juga akan mendukung pelaksanaan pekerjaan.
“Kalau hujan sore, kita hampar pagi. Kalau hujan pagi kita hampar sore. Kita sesuaikan dengan kondisi alam. Kita harap bisa selesai pada tanggal 31 Desember.” Harap Wely. (Brt.76/tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













