Redaksi76.com – Malam itu, Selasa, 19 Mei 2026, suasana di wilayah Paroki Pu’urere terasa berbeda. Cahaya lilin yang berkelip lembut di sepanjang lorong, nyanyian pujian Maria yang menggema, serta langkah kaki umat yang berjalan penuh khidmat menjadi tanda hadirnya sebuah peristiwa iman yang menyentuh hati.
Komunitas Umat Basis (KUB) KUB St. Alfonsus Rodrigues resmi menerima Arca Bunda Maria bergilir dari KUB St. Klara dalam sebuah perayaan sederhana namun sarat makna rohani.
Sejak petang, ratusan umat telah berkumpul di depan lorong KUB.
Wajah-wajah penuh sukacita tampak menanti kedatangan Arca Bunda. Anak-anak, kaum muda, hingga para orang tua berdiri berdampingan dalam semangat persaudaraan iman.
Malam itu bukan sekadar seremoni perpindahan arca, melainkan momentum perjumpaan kasih dalam naungan Bunda Maria.
Ketika rombongan umat KUB St. Klara tiba membawa Arca Bunda, suasana seketika berubah hangat dan meriah.
Sapaan adat menggema memecah malam, menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan sukacita atas kehadiran Sang Bunda di tengah umat.
Dengan diiringi lagu-lagu Maria dan nyala lilin yang menari di kegelapan malam, umat dari kedua KUB kemudian berjalan dalam perarakan menuju rumah persinggahan Bunda.
Langkah demi langkah yang diayunkan terasa seperti doa yang hidup—hening, teduh, namun penuh pengharapan.
Di rumah persinggahan, umat bersama-sama melanjutkan devosi dengan doa Rosario. Butir-butir doa yang terlantun malam itu seakan menyatukan seluruh intensi umat: doa untuk keluarga, kesehatan, kedamaian, serta harapan akan hidup yang semakin dekat dengan Tuhan.
Ketua KUB St. Alfonsus Rodrigues, Laurensius Lio, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada umat KUB St. Klara yang telah menghantar Arca Bunda dengan penuh kasih persaudaraan.
“Mewakili umat KUB, saya mengucapkan terima kasih kepada umat KUB St. Klara yang telah menghantar Arca Bunda ke KUB kami. Semoga momentum ini menjadi kesempatan emas bagi kita semua untuk semakin menghayati kemurahan hati Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya penuh haru.
Malam doa itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Di bawah terang lilin dan doa Rosario, umat kembali diingatkan bahwa Bunda Maria selalu hadir menemani perjalanan iman anak-anaknya—menguatkan yang lemah, meneduhkan yang gelisah, dan menuntun umat semakin dekat kepada Kristus.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













