“Di mana ada kebersamaan, di situ ada kekuatan dan harapan.” Dr. Ir. Karolus Karni lando, MBA
Redaksi76.com – Pada hari Senin, 23 Maret 2026, saya bersama istri berkesempatan mengunjungi Pasar Boto di Ndondo. Kunjungan ini menjadi momen yang sangat berharga untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat Ndondo dan Kotabaru yang hadir di pasar tersebut.
Kehangatan sambutan dari saudara, sahabat, dan kenalan lama menghadirkan rasa syukur yang mendalam.
Beberapa di antara mereka menanyakan kapan saya tiba, dan saya menyampaikan bahwa saya baru datang malam sebelumnya ke Boto untuk paa loka (sembahyang) di kubur Mama tercinta.
Kehadiran di tengah masyarakat kembali mengingatkan bahwa silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi merupakan sarana untuk membangun kembali persaudaraan, saling mendengar, dan memperkuat kebersamaan.
Dalam suasana sederhana, ketika saya bergabung dengan masyarakat yang sedang menikmati moke (minuman tradisional Ende Lio), tercipta kembali kenangan masa kecil sejak di Detukeli hingga masa sekolah di SDK Nida. Nostalgia ini menjadi pengikat nilai budaya dan kebersamaan yang sangat berharga.
Namun di balik kehangatan tersebut, saya juga menangkap kegelisahan masyarakat. Dalam perbincangan dengan para pedagang, mereka menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini dirasakan semakin berat.
Harga komoditas menurun, daya beli masyarakat melemah, sementara harga kebutuhan pokok seperti beras justru meningkat.
Mereka juga menyampaikan bahwa penggunaan dana desa saat ini dirasakan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan utama masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang sangat penting untuk kelancaran mobilisasi dan distribusi hasil usaha.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian bersama. Diperlukan langkah nyata untuk mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan potensi lokal, optimalisasi penggunaan dana desa yang tepat sasaran, pemberdayaan koperasi dan kelompok usaha, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk memperluas akses pasar.
Kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Setelah dari Pasar Boto, saya melanjutkan perjalanan ke Ende dan sempat singgah di Detukeli untuk bertemu keluarga serta bernostalgia di tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan saya sejak kelas 1 hingga kelas 4 SD.
Saya juga berkesempatan bertemu dengan Romo Paroki dan Romo Pembantu, dan kami berbagi cerita tentang keluarga serta kehidupan di tanah Flores yang kita cintai bersama.
Di tengah kunjungan tersebut, terlihat semangat luar biasa dari panitia dan umat dalam mempersiapkan Misa Akbar Pesta Intan Paroki Roh Kudus Detukeli yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Latihan koor, persiapan liturgi, serta keterlibatan umat dari berbagai wilayah seperti Nggesa mencerminkan iman yang hidup dan kebersamaan yang penuh sukacita.
Dengan penuh sukacita, saya menyampaikan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Pesta Intan Paroki Roh Kudus Detukeli.
Semoga perayaan ini menjadi momentum iman yang memperkuat persatuan, memperdalam kasih, dan membawa berkat bagi seluruh umat.
Penghargaan dan doa terbaik saya sampaikan kepada Ketua Panitia Bapak Camat Detukeli Emilianus Nggumbe, Romo Paroki RP Lambertus D. Niron, SVD, serta Romo Pembantu RP Polce Hayon, SVD. Kiranya seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh rahmat Tuhan.
Silaturahmi yang kuat, iman yang hidup, dan ekonomi desa yang terus bertumbuh adalah harapan kita bersama demi masa depan yang lebih baik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













