“Dari ruang kuliah ITB, gagasan itu tumbuh menjadi strategi yang diakui dunia.” – Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA
Bandung, Indonesia || Redaksi76.com – Keunggulan pendidikan di Program Magister Administrasi Bisnis (MBA) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mendapatkan pengakuan di kancah internasional.
Salah satu alumninya, Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, berhasil mengharumkan nama Indonesia melalui pencapaian luar biasa di tingkat global.
Karolus meraih predikat peserta terbaik (peringkat 1) dalam sesi studi kasus bertema “Industry Analysis Using Porter’s Five Forces” pada forum global seluruh direktur RINA Group, sebuah lembaga sertifikasi internasional bergengsi yang bermarkas di Genova, Italia.
Acara tersebut diselenggarakan pada akhir tahun 2019 dan menjadi momen penting dalam karier profesionalnya di dunia industri sertifikasi.
Dalam refleksi akademis dan profesionalnya, Karolus menuturkan bahwa landasan intelektual yang diperoleh selama menempuh pendidikan di MBA ITB menjadi salah satu faktor utama di balik pencapaiannya tersebut.
“Delapan tahun lalu saya pernah kuliah di sini, di MBA ITB, dan kampus ini menjadi salah satu kebanggaan saya, selain Program Doktoral saya di Universitas Brawijaya Malang. Banyak hal berharga yang saya pelajari di kampus ini, khususnya dalam memahami dinamika industri dan pengambilan keputusan strategis. Pengetahuan itu telah memberikan dampak signifikan dalam perjalanan karier saya di tingkat internasional,” ujarnya.
Porter’s Five Forces: Pilar Strategis dalam Industri Sertifikasi
Dalam paparannya, Karolus menjelaskan bahwa pendekatan analisis industri berbasis Porter’s Five Forces menjadi fondasi utama dalam merancang strategi bisnis yang tangguh dan relevan, terutama di sektor sertifikasi yang kini semakin kompetitif.
Model yang dikembangkan oleh Profesor Michael E. Porter dari Harvard Business School ini mengkaji lima kekuatan utama yang memengaruhi struktur dan profitabilitas industri:
1. Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants)
Industri sertifikasi memiliki hambatan masuk yang tinggi, mulai dari kebutuhan akreditasi hingga reputasi pasar. Namun, tren global terhadap keberlanjutan dan keamanan membuka peluang bagi inovasi baru di sektor ini.
2. Kekuatan Pemasok (Bargaining Power of Suppliers)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













