Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Transformasi Ende: Dari Pembenahan Tata Kelola Menuju Lompatan Pembangunan 2026

Avatar photo
Reporter : Tim Editor: Tim
Ket.Foto:Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda. Istimewa

Ende || Redaksi76.com – Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan pembangunan yang berkelanjutan.

Sejak awal masa pemerintahan, langkah fundamental yang dilakukan adalah membenahi pengelolaan keuangan daerah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Hasilnya mulai terlihat: untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, kas daerah yang sebelumnya kerap mengalami defisit, pada tahun 2025 berhasil mencatatkan surplus.

Capaian ini menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan fisik di tahun 2026.

Dalam keterbatasan fiskal, Pemerintah Ende juga melakukan pembenahan signifikan terhadap sektor perdagangan rakyat.

Pasar-pasar tradisional yang sebelumnya kurang tertata kini direvitalisasi dan diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Upaya ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga sistem pengelolaan, sehingga pasar benar-benar berfungsi sebagai jantung perekonomian daerah.

Di sisi lain, sinergi dengan pemerintah pusat terus diperkuat untuk membangun basis ekonomi baru di pedesaan.

Melalui pengembangan BUMDes, koperasi desa Merah Putih, serta program penguatan pangan dan gizi masyarakat (SPPG/MBG), desa-desa didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan produktif.

Sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama dengan intervensi anggaran bernilai miliaran rupiah, mencakup pembangunan irigasi, percetakan sawah baru, serta penguatan subsektor peternakan dan perkebunan.

Langkah ini bertujuan memastikan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Pada sektor infrastruktur, tahun 2025 ditandai dengan dukungan anggaran Inpres untuk pembangunan ruas jalan Nangaboa–Watumite.

Momentum ini berlanjut di tahun 2026 melalui rencana pembangunan ruas jalan strategis dari Desa Reka–Kekasewa–Ngaluroga hingga Desa Nila, yang didukung oleh pihak swasta.

Baca Juga :  Kapolsek Wolowaru Ajak Umat Stasi Pemo Ciptakan Kamtibmas Kondusif Melalui Program "Minggu Kasih"

Peningkatan konektivitas ini diharapkan mempercepat mobilitas barang dan jasa serta membuka akses ekonomi baru.

Perhatian terhadap kesejahteraan nelayan juga terus ditingkatkan. Setelah pembangunan kampung nelayan modern di Nioniba (Maukaro) pada tahun 2025, pemerintah merencanakan pengembangan kawasan serupa di sejumlah titik lain, termasuk Waka, Ndori, Pulau Ende, Ipi, dan Nangapanda.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung