Setelah prosesi pelepasan, konvoi kecil dengan satu unit mobil patroli Satlantas Polres Ende mengantar para pejuang muda ini menempuh perjalanan ke Maumere. Waktu menunjukkan sekitar pukul 15.00 WITA saat mereka tiba di kota yang tengah diselimuti abu vulkanik Gunung Lewotobi.
Namun, seperti yang disampaikan Ketua Pertina Ende, Emanuel Yonarto Diala Irama Gunawan, kondisi itu tak menyurutkan semangat mereka.
“Tidak ada kendala berarti. Abu vulkanik memang ada, tapi para atlet tetap siap. Bahkan, pengunduran jadwal pertandingan ke tanggal 20 memberi mereka waktu istirahat tambahan,” jelas Emanuel.
Bagi Emanuel dan seluruh tim, perjalanan ke Maumere bukan hanya sekadar mengikuti kejuaraan. Ini adalah tentang memperlihatkan karakter, membuktikan bahwa dari Ende, ada talenta-talenta muda yang siap bersaing di panggung yang lebih besar – dengan semangat, dedikasi, dan sportivitas tinggi.
Kejuaraan Tinju Amatir antar Sasana se-Flores Lembata ini memang menjadi ajang penting. Namun, lebih dari itu, ini adalah arena pembentukan mental juara. Di balik setiap pukulan yang nanti mendarat di ring, terselip kisah perjuangan panjang, keringat latihan, dan harapan sebuah daerah yang terus ingin berkembang lewat olahraga.
Dan ketika nama-nama dari Ende disebut di podium nanti, satu hal pasti: mereka bukan sekadar atlet, mereka adalah duta semangat dan kebanggaan masyarakatnya.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













