Redaksi76.com – Suasana religius penuh khidmat menyelimuti Lingkungan St. Thomas Rasul, Paroki Pu’urere, saat umat Komunitas Umat Basis (KUB) St. Alfonsus Rodriquez dengan penuh sukacita menerima arca Bunda Maria dari tangan umat KUB St. Faustin.
Peristiwa spiritual ini menjadi momen penting yang tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga meneguhkan semangat persaudaraan antarkomunitas umat.
Disaksikan langsung oleh tim media ini, ratusan umat telah berkumpul di halaman depan SMA Tarfit—lokasi yang dipilih sebagai titik awal penyambutan.
Dengan wajah berseri dan hati yang penuh pengharapan, umat menyambut kehadiran arca suci tersebut dalam sebuah prosesi yang kental akan nilai-nilai liturgis.
Setelah prosesi penyerahan, arca Bunda Maria kemudian diarak secara meriah namun tetap sakral menuju kediaman salah satu pengurus KUB St. Alfonsus Rodriquez.
Arak-arakan ini diiringi lagu-lagu pujian kepada Santa Perawan Maria yang dilantunkan dengan lembut dan penuh penghayatan.
Nyanyian Rosario menggema sepanjang perjalanan, menciptakan suasana spiritual yang menyentuh hati.
Prosesi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dari devosi umat Katolik terhadap Bunda Maria, sang Bunda Gereja.
Usai tiba di lokasi tujuan, umat kedua KUB kemudian melanjutkan dengan ibadah bersama sebagai bentuk syukur atas penyertaan Bunda Maria dalam perjalanan iman mereka.
Sebagai penutup kebersamaan, umat menikmati santapan ringan bersama dalam suasana keakraban yang hangat.
Momen ini pun dimanfaatkan oleh Ketua KUB St. Alfonsus Rodriquez, Bapak Laurensius Lio, untuk menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung.
“Mewakili seluruh umat KUB St. Alfonsus Rodriquez, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ketua KUB dan umat St. Faustin atas kehormatan yang diberikan kepada kami melalui penghantaran arca Bunda Maria ini,” ungkap Laurensius dengan penuh haru.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Jika terdapat kekurangan dalam pelayanan kami, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tandasnya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa devosi kepada Bunda Maria mampu mempersatukan umat dalam semangat cinta kasih, pelayanan, dan iman yang hidup.
Di tengah zaman yang semakin kompleks, arak-arakan arca Bunda Maria hadir sebagai pengingat bahwa spiritualitas dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan umat beriman.
Penulis; Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













