Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov NTT Bangun Situs Perfilman Ria Rago Tanpa Libatkan Keluarga dan Gereja, SVD: Ini Soal Etika!

Avatar photo

“Dokumentasi ini adalah bagian dari karya misi Gereja Katolik di Ende. Seharusnya Pemprov tahu, bahwa membangun sesuatu yang berangkat dari sejarah butuh sensitifitas budaya dan nilai,” tandasnya.

Meski mendukung upaya pengembangan pariwisata, Pater Eman menyayangkan bahwa pendekatan Pemprov kali ini tidak inklusif.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Etika bukan formalitas. Ini soal rasa. Tidak semua harus diwajibkan dengan aturan tertulis, tapi nilai itu harus hadir,” ujarnya.

Ia menduga kurangnya koordinasi disebabkan oleh beban kerja atau ketidaktahuan tim pelaksana. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya melibatkan pihak yang memahami sejarah dan kontribusi tokoh seperti Ria Rago.

“Ini bukan soal izin, ini soal menghormati sejarah dan orang-orang yang membentuknya,” tambahnya.

Sementara itu Gubernur NTT Melki Laka Lena yang dikonfirmasi via WhatsApp pada Selasa (22/07) menegaskan ada tim yamg lagi urus. Dirinya berjanji akan mengecek kembali. ” Ada tim yang lagi urus, saya cek” tandasnya melalui pesan whatsApp.

Siapa Ria Rago?
Ria Rago adalah pahlawan perempuan dari Lembah Ndona yang kisah hidupnya diangkat dalam film produksi SVD. Ia dikenal karena menolak pernikahan paksa dengan Dapo Doki, pria yang sudah beristri dan memiliki mahar besar. Dalam perjalanannya, Ria disiksa, dipasung, dan dipaksa meninggalkan keyakinannya. Ia melarikan diri ke susteran, mengalami kekerasan berulang, hingga akhirnya wafat setelah memaafkan ayahnya.

Film ini disutradarai oleh Pater Simon Buis, SVD, dan menjadi dokumen etnografi dan misi Gereja Katolik yang penting dalam sejarah budaya dan agama di Flores. (tef)

Baca Juga :  Polres Ende Gelar Apel Pasukan Operasi “Semana Santa Turangga 2025” Jelang Perayaan Paskah

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung