ENDE, Redaksi 76. Com,– Langkah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) membangun situs perfilman Ria Rago di Desa Manulondo, Ndona, Kabupaten Ende, menuai kritik tajam. Alasannya, keluarga almarhum Ria Rago dan Serikat Sabda Allah (SVD) – produser film tersebut – tidak dilibatkan sama sekali dalam prosesnya.
Demikian pernyataan keras disampaikan oleh Emanuel Baru dan Lorensius Lau, ahli waris langsung Ria Rago, pada Senin (21/07/2025), usai mengetahui tim utusan Gubernur NTT melakukan pengukuran lokasi pembangunan tanpa koordinasi.
“Kami tidak menuntut kompensasi, tapi setidaknya kami, keluarga kandung, diberi tahu. Ini menyangkut kehormatan leluhur,” tegas mereka.
Bagi keluarga, tindakan Pemprov ini dianggap tidak menghargai sejarah dan garis keturunan tokoh utama yang difilmkan. Mereka bahkan telah berkonsultasi langsung dengan Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, SVD, dan menunggu arahan lebih lanjut dari pihak Gereja.
Kritik juga datang dari Pater Eman Embu, SVD, Provinsial Serikat Sabda Allah. Ia menegaskan bahwa film Ria Rago merupakan bagian dari dokumen misi Gereja, bukan proyek hiburan semata.
“Kalau mau bangun tugu perfilman, silakan. Tapi jangan abaikan proses dan sejarah yang menyertainya,” ujarnya tajam.
Pater Eman menyebut, pihaknya tidak butuh dihormati, tapi etika harus dijaga.
Menurutnya, pembangunan situs tanpa komunikasi dengan keluarga dan Gereja menunjukkan lemahnya penghargaan terhadap nilai sejarah dan relasi sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















