Saat ini pihaknya baru mendapat laporan sudah sebanyak 808 ternak babi yang mati tersebar di 6 kecamatan namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut bisa saja bertambah apabila sudah ada laporan dari semua kecamatan karena kemungkinan kecamatan lainnya juga mengalami hal yang sama namun belum ada laporan.
Menurut drh. Said, satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran penyakit ini adalah dengan memusnahkan semua babi yang terinfeksi dan terpapar dengan langkah-langkah penanganan antara lain :
1. Isolasikan babi yang sakit dan peralatannya.
2. Lakukan desinfeksi kandang dan sekitarnya.
3. Kosongkan kandang selama 2 bulan.
4. Kubur babi yang mati.
5. Jangan menjual babi yang mati akibat virus.
6. Jangan mengonsumsi babi yang terkena Virus.
Selain itu ada juga langkah-langkah pencegahan adalah :
a). Tingkatkan kewaspadaan dini (early warning system).
b). Lakukan pengawasan lalu lintas ternak di perbatasan
Terapkan biosekuriti dan manajemen peternakan yang baik.
c). Jaga kesehatan babi dengan memberikan pakan dan minum yang baik.
d). Jaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kandang.
e). Batasi orang keluar masuk ke dalam peternakan babi.
f). Pisahkan babi yang sakit dari babi-babi yang sehat.( tef)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














