Ende,Redaksi 76.com– Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Ende sejak bulan ( Januari – Februari 2025) tercatat sebanyak 808 ekor ternak babi mengalami kematian secara misterius. Kematian babi ternak ini diawali dengan seperti terkena virus African Swine Fever (ASF, red,- ).
Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid, red,- ) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, drh. Said Karim Johar yang ditemui media ini diruang kerjanya pada Selasa, (18/2/2025) di Ende.
Menurut drh. Said Karim, berdasarkan data yang masuk sesuai laporan dari para petugas di lapangan menyebut bahwa penyebaran virus yang menyebabkan kematian babi itu tersebar di 6 kecamatan, masing-masing :
1. Kecamatan Detusoko sebanyak 145 ekor.
2. Kecamatan Maukaro sebanyak 196 ekor.
3. Kecamatan Maurole sebanyak 112 ekor.
4. Kecamatan Ndona sebanyak 24 ekor.
5. Kecamatan Wewaria sebanyak 295 ekor.
6. Kecamatan Wolowaru sebanyak 14 ekor.
Dengan demikian total kematian babi sesuai dengan laporan dari lapangan hingga Bulan Februari 2025 sebanyak 808 ekor.
Untuk memastikan secara jelas penyebab kematian dari babi ternak tersebut, pihaknya telah mengirim sampel berupa darah dan organ dalam dari ternak yang mati tersebut ke Balai Veterian Denpasar ,Bali.
“Gejalanya adalah babi mulai demam dan nafsu makannya menurun, kasusnya mirip virus ASF tetapi untuk memastikannya, kami telah mengirim sampelnya ke Denpasar dan kita berharap agar secepatnya mendapatkan hasil uji lab terhadap sampel yang ada,” tandasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














