Bagi rakyat, pasar murah memang meringankan beban sesaat. Tapi bagi partai, ini jelas investasi citra politik yang dipoles sebagai kepedulian sosial.
Anjangsana: Mengingat Tokoh, Melupakan Rakyat?
Ziarah ke makam tokoh-tokoh partai dan silaturahmi ke sesepuh memang bagian dari tradisi. Namun, bila hanya berhenti di lingkaran internal partai, publik bisa menilai kegiatan ini elitis. Menghormati tokoh itu penting, tapi bagaimana dengan penghormatan pada petani, nelayan, buruh harian, dan kaum miskin kota yang tiap hari berjuang? Apakah mereka tidak layak masuk agenda kepedulian Golkar?
Turnamen Sepak Bola: Prestasi Persami Menurun, Golkar Jadi Penyelamat?
Golkar menyebut turnamen sepak bola usia muda sebagai upaya membangkitkan semangat olahraga Sikka. Tetapi publik tahu, prestasi olahraga tak bisa dibangun dari satu-dua turnamen partai politik. Jika benar peduli, mengapa tidak ada agenda berkelanjutan atau fasilitas permanen untuk anak muda Sikka?
Panggung Seremonial atau Kepedulian Nyata?
Selama empat hari perayaan, Golkar Sikka ingin menampilkan diri sebagai partai yang hadir di tengah rakyat. Tetapi di balik gegap gempita acara, pertanyaan mendasar tetap menggantung: Apakah HUT ke-61 Golkar Sikka ini hanyalah rutinitas seremonial demi citra politik, atau betul-betul menjawab persoalan riil masyarakat Sikka?
Jawaban sesungguhnya ada di tangan rakyat yang menilai, bukan di panggung perayaan yang penuh retorika.( rel)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














