Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jelang HUT ke-61,Golkar Sikka Pamer Kepedulian, Agenda Politik Atau Rutinitas Seremonial ?

Avatar photo

Bagi rakyat, pasar murah memang meringankan beban sesaat. Tapi bagi partai, ini jelas investasi citra politik yang dipoles sebagai kepedulian sosial.
Anjangsana: Mengingat Tokoh, Melupakan Rakyat?

Ziarah ke makam tokoh-tokoh partai dan silaturahmi ke sesepuh memang bagian dari tradisi. Namun, bila hanya berhenti di lingkaran internal partai, publik bisa menilai kegiatan ini elitis. Menghormati tokoh itu penting, tapi bagaimana dengan penghormatan pada petani, nelayan, buruh harian, dan kaum miskin kota yang tiap hari berjuang? Apakah mereka tidak layak masuk agenda kepedulian Golkar?

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Turnamen Sepak Bola: Prestasi Persami Menurun, Golkar Jadi Penyelamat?

Golkar menyebut turnamen sepak bola usia muda sebagai upaya membangkitkan semangat olahraga Sikka. Tetapi publik tahu, prestasi olahraga tak bisa dibangun dari satu-dua turnamen partai politik. Jika benar peduli, mengapa tidak ada agenda berkelanjutan atau fasilitas permanen untuk anak muda Sikka?

Panggung Seremonial atau Kepedulian Nyata?

Selama empat hari perayaan, Golkar Sikka ingin menampilkan diri sebagai partai yang hadir di tengah rakyat. Tetapi di balik gegap gempita acara, pertanyaan mendasar tetap menggantung: Apakah HUT ke-61 Golkar Sikka ini hanyalah rutinitas seremonial demi citra politik, atau betul-betul menjawab persoalan riil masyarakat Sikka?

Jawaban sesungguhnya ada di tangan rakyat yang menilai, bukan di panggung perayaan yang penuh retorika.( rel)

Baca Juga :  Hak Angket DPRD Ende Terhadap Bupati Yosef Badeoda Cacat Prosedur

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung