Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Agustinus Junianto, ST, MT Keluarga Adalah Segalanya

Avatar photo

Jurus kedua adalah memberikan perhatian. “Kalau malam teleponan, yah sekitar 1 jam ngobrol dan bercerita. Isteri saya biasanya diakhir telepon selalu pesan, hati-hati pak. Kalau saya lihat pesan hati-hati ini maknanya luas. Kita tidak bisa menerjemahkan itu, hati-hati. Itu kata-kata isteri saya di akhir telepon,” ujar Junto yang selalu mengingat pesan isterinya.

Ia juga memberi pesan untuk setiap insan dari keluarga besar BPJN NTT untuk selalu menjaga keluarganya masing-masing. “Kita memilih pasangan hidup kita melalui suatu proses panjang. Maka kita harus jaga dengan sebaik-baiknya. Saling percaya. Karena itu apapun kondisinya atau keadaannya harus kita jaga,” pintanya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Menurutnya, ribut, cekcok dalam rumah tangga itu hal yang biasa.

“Tapi jangan sampai garam kurang dalam rumah, tetangga tahu. Artinya, kalau saya lihat sekarang ini, ada masalah sedikit langsung muat di media sosial. Itu bukan menyelesaikan masalah tapi menambah masalah. Nanti ada komen ini, itu, jadinya ribut,” ujar Junto.

Masalah dalam keluarga, kata Junto, yah diselesaikan dalam keluarga. “Ada tempatnya, di meja makan, di kamar, tempat-tempat privasi itu yang kita gunakan untuk menyelesaikan masalah keluarga,” sarannya.

Selain saling percaya, lanjut Junto, untuk menjaga keharmonisan hidup berkeluarga harus ada saling menghargai. “Contohnya, ada suami/isteri yang pangkatnya atau gajinya lebih besar dari pasangannya, kadang-kadang ego itu ada. Saya selalu pesan ke teman-teman, jangan karena kamu punya pekerjaan lebih baik dari isteri/suami lalu kalian merasa paling hebat,” pesannya.

Ia mencontohkan, jika seorang isteri punya pekerjaan lebih baik dari suaminya, bukan berarti dia menjadi kepala keluarga. “Tetap suami yang menjadi kepala keluarga. Jadi harus saling menghargai. Kalau kita saling percaya, saling menghargai, dan tidak ego, akan ada harmonisasi dalam keluarga,” harapnya.

Baca Juga :  Bank NTT Akan Berusia 62 Tahun, Ini Sejarah Bank NTT Berdiri

Junto juga berharap agar setiap insan dalam keluarga besar BPJN NTT selalu dapat menempatkan diri dan mengambil peran yang tepat dalam setiap kondisi dalam keluarganya masing-masing.

Dalam keluarga, kita harus bisa menjadi teman, jadi orangtua, harus bisa jadi saudara, harus bisa jadi lawan. Dalam artian, bertengkar itu biasa tapi harus kembali ke prinsipnya bahwa kita adalah keluarga. Kita sudah memilih untuk hidup bersama bukan untuk sehari atau dua hari tapi untuk selamanya sampai maut memisahkan kita,” tagasnya.

Junto juga mengingatkan kepada setiap insan di keluarga besar BPJN NTT untuk selalu berhati-hati.

“Kita ini laki-laki, wajar kadang main gila dengan orang agak berlebihan tapi kita harus sadar bahwa kita punya keluarga di rumah yang menunggu saya. Kalau hanya sebatas main gila yah oke, tapi jangan berlanjut. Kalau main gila, kita sampaikan, sampai disini saja yah,” ucapnya mengingatkan.
Ia juga akrab dengan para pegawainya namun tetap menjaga batas-batas dalam pergaulan.

Saya juga sering bilang kepada pegawai-pegawai yang masih muda, kadang mereka juga manja. Saya bilang bahwa kalian itu anak-anak saya,” ujar Junto. (B76/ian)

PROFIL SINGKAT :
• STM Bangunan, 1988
• D II Teknik Sipil Undana, 1991
• Sarjana Teknik Sipil Unwira Kupang, 2003
• Master Teknik dari Institut Teknologi Nasional, Malang 2008
• Mengikuti puluhan Bimtek, Kursus, Pendidikan dan Pelatihan
• Memulai kariernya sebagai Staf pada Kanwil Departemen PU NTT tahun 1998.
• Menjadi ahli madya, Kasatker, hingga menjadi Kepala BPJN NTT, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR sejak 22 September 2021 s/d sekarang. )**

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung