Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Geotermal: Pilar Ketahanan Energi dan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Avatar photo
Ket. Foto: Pembangunan Proyek Sokoria Geotermal Indonesia (SGI) di Desa Sokoria. Istimewa

                                 Opini :

Yudas Tadeus Guta,S.H.,M.H.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Redaksi76.com Pemanfaatan energi panas bumi (geotermal) di berbagai wilayah Indonesia kian menunjukkan kontribusi strategis, tidak hanya dalam menjawab tantangan ketahanan energi nasional, tetapi juga dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan berkontur geografis sulit.

Sebagai salah satu sumber energi bersih dan terbarukan, geotermal menawarkan solusi jangka panjang terhadap krisis iklim global. Namun demikian, nilai tambah dari sektor ini melampaui sekadar aspek lingkungan — proyek-proyek geotermal terbukti mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar serta memantik aktivitas ekonomi turunan di berbagai sektor pendukung.

Kontribusi Langsung terhadap Lapangan Kerja

Proyek pengembangan energi panas bumi melibatkan tahapan yang kompleks dan multidisipliner, mulai dari eksplorasi, pengeboran, konstruksi, hingga pengoperasian pembangkit. Setiap tahapan ini membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, meliputi geosaintis, insinyur, teknisi, dan operator, sehingga membuka ribuan peluang kerja langsung di berbagai daerah.

Tidak hanya berhenti di situ, efek berantai dari kegiatan ini turut dirasakan oleh sektor-sektor pendukung seperti manufaktur peralatan, logistik, transportasi, hingga perhotelan. Dengan demikian, geotermal memberikan dorongan signifikan terhadap ekonomi lokal dan regional.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan Penguatan Infrastruktur

Pemerintah daerah menjadi salah satu pihak yang memperoleh manfaat langsung dari kehadiran proyek geotermal.

Melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), proyek ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pembangunan infrastruktur publik, pendidikan, kesehatan, serta layanan sosial lainnya.

Baca Juga :  Padre Marco: Putra Terbaik Flores Timur Dalam Pelayanan Gereja Sedunia

Selain itu, pembangunan fasilitas geotermal secara otomatis memacu pengembangan infrastruktur dasar seperti jalan, jaringan listrik, dan akses komunikasi, yang pada gilirannya membuka isolasi wilayah dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Potensi Ekonomi dan Diversifikasi Usaha Lokal

Energi panas bumi juga berpotensi menjadi katalis dalam pengembangan ekonomi lokal. Panas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif, seperti penghangatan rumah kaca pertanian, akuakultur, pengolahan hasil bumi, hingga pengembangan destinasi wisata kesehatan berbasis spa geotermal.

Diversifikasi ini memberikan nilai tambah ekonomi secara signifikan dan menciptakan ekosistem usaha baru yang berkelanjutan serta inklusif.

Transisi Energi dan Kontribusi terhadap Target Net Zero Emission

Sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi strategis untuk menjadikan energi geotermal sebagai tulang punggung dalam upaya pencapaian target Net Zero Emission pada 2060.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bahkan mencatat bahwa transisi menuju energi bersih dapat menciptakan jutaan lapangan kerja secara global, dengan Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan potensial di kawasan Asia Pasifik.

Dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya seperti angin dan surya, geotermal menciptakan lapangan kerja yang lebih padat karya per megawatt kapasitas terpasang, menjadikannya sebagai instrumen vital dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Manfaat Sosial dan Peningkatan Kualitas Hidup

Kehadiran energi bersih di tengah masyarakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Ketersediaan energi yang stabil dan terjangkau memungkinkan rumah tangga untuk mengalokasikan anggaran pada sektor-sektor lain yang lebih esensial, seperti pendidikan dan gizi.

Lebih jauh lagi, pengembangan pusat kesehatan berbasis energi geotermal diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, khususnya di daerah beriklim dingin, dengan mengurangi risiko penyakit pernapasan dan hipotermia.

Baca Juga :  PT. KDS Indonesia Terima Kunjungan Audit IATF 16949, Tegaskan Komitmen terhadap Standar Mutu Global

Penutup

Dengan seluruh potensi strategis yang dimiliki, pengembangan energi panas bumi di Indonesia bukan sekadar proyek energi, melainkan sebuah inisiatif pembangunan nasional yang menyeluruh — menyatukan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam satu kerangka besar menuju masa depan yang berkelanjutan dan berdaulat.

Penulis: Arnold Dewa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung