Negara yang patuh pada aturan dinilai lebih mampu melindungi masyarakat dari ketidakadilan, kecelakaan kerja, kerusakan lingkungan, hingga penyalahgunaan anggaran.
Ia juga menyoroti peran standar internasional di bidang mutu, keselamatan, lingkungan, dan tata kelola. Standar tersebut, menurutnya, seharusnya dipahami sebagai alat pemersatu cara kerja lintas sektor, bukan sekadar kewajiban administratif.
Dengan standar, lembaga yang berbeda dapat berbicara dalam bahasa yang sama dan bergerak menuju tujuan bersama, yakni kesejahteraan masyarakat.
Indonesia, lanjutnya, sejatinya memiliki sumber daya manusia yang cerdas dan berintegritas. Tantangan utama bukan pada kualitas individu, melainkan pada ketersediaan sistem yang memungkinkan mereka bekerja secara konsisten dan berkelanjutan.
Penerapan manajemen sistem yang serius di pemerintahan, BUMN, UMKM, hingga institusi pendidikan diyakini akan meningkatkan kualitas bangsa secara alami.
“Manajemen sistem adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Kualitas kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan bekerja sama lintas lembaga bukan hanya tuntutan global, tetapi juga tanggung jawab moral kepada rakyat dan generasi mendatang.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa pengabdian sejati terletak pada kerja yang berbasis sistem, kolaborasi yang berintegritas, dan keberpihakan nyata pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













