Redaksi76.com – Di tengah derasnya arus digital dan tantangan pendidikan yang kompleks di wilayah timur Indonesia, sebuah langkah sederhana namun sarat makna kembali mengukir harapan.
Bertempat di aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang, dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) resmi diluncurkan sebagai simbol kebangkitan baru dalam geliat literasi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Inisiatif ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda penting atas sebuah kolaborasi visioner antara Paroki Kolhua dan Larissa Aesthetic Center – sebuah entitas bisnis nasional berbasis di Jakarta, yang menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah pinggiran.
Atmosfer kebersamaan dan semangat pemberdayaan begitu terasa kala Ketua Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, menyampaikan pidatonya.
Dengan nada tegas namun penuh harap, ia menekankan bahwa kehadiran dua TBM ini tidak hanya menambah angka statistik, tetapi membangun kembali harapan akan sebuah ekosistem literasi yang hidup, berkelanjutan, dan inklusif.
“Yang kita butuhkan saat ini bukan sekadar angka, tetapi ruang-ruang hidup literasi. TBM ini adalah energi baru – rumah bagi pikiran, imajinasi, dan harapan masyarakat,”ujar Polikarpus di hadapan para undangan yang hadir.
Dari data terkini, tercatat sebanyak 1.839 TBM telah tersebar di berbagai penjuru NTT. Namun Polikarpus dengan jujur mengakui, bahwa angka tersebut belum mencerminkan capaian literasi yang ideal.
Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada ketersediaan fasilitas, tetapi pada penguatan nilai dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses literasi itu sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi mendalam kepada Larissa Aesthetic Center, yang tak hanya hadir sebagai sponsor, tetapi menjelma sebagai mitra strategis dalam misi mencerdaskan bangsa dari wilayah-wilayah terluar.
“Di balik TBM ini ada kesadaran dan cinta yang tersirat maupun tertulis. Larissa Center bukan sekadar sponsor, tetapi mitra dalam membangun peradaban dari pinggiran,” ungkapnya dengan nada penuh penghormatan.
Momen peluncuran ditandai secara simbolis melalui penyerahan buku dan pelepasan balon udara oleh Direktur Larissa Center dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut disaksikan para tokoh gereja, perwakilan pemerintah, pegiat literasi, dan anak-anak sekolah – mereka yang menjadi inti dari perubahan yang sedang dirintis.
TBM yang diluncurkan kali ini tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang edukasi, diskusi, dan kreativitas yang terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang usia maupun latar belakang sosial. Di sinilah generasi muda didorong untuk menulis, berpikir kritis, dan menemukan jati diri mereka melalui literasi.
Lebih dari sekadar tempat, TBM ini diharapkan menjadi semacam mercusuar peradaban kecil, yang menuntun masyarakat dalam menghadapi dinamika zaman dengan bekal pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya membaca serta menulis.
Langkah kecil ini mungkin tak langsung mengubah wajah pendidikan di NTT secara drastis. Namun, dalam dunia literasi, setiap halaman yang dibuka adalah awal dari sebuah perubahan. Dan di Kolhua, hari ini, dua halaman penting baru saja ditulis.
Penulis : Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













