Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD NTT, Ny.Mindriyati Astiningsih Menyulam Janji Akan Menjalani Amanah Penuh Dedikasi

Avatar photo

Redkasi76.com – Di tengah semilir angin sore yang menyapu lembut halaman Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Kamis, 28 Agustus, sebuah peristiwa sarat makna menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan anak usia dini di Bumi Flobamora.

Aura haru dan harapan mengisi ruang aula megah itu ketika Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena mengukuhkan Ny. Mindriyati Astiningsih sebagai Bunda PAUD Provinsi NTT Masa Bakti 2025–2030.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Langit tampak teduh, seolah memberkati langkah baru yang diambil dalam upaya memahat masa depan NTT.

Di hadapan barisan pemangku kebijakan, Forkopimda, anggota DPRD, para istri bupati dan wali kota, serta para pejuang pendidikan dari berbagai penjuru provinsi – pengukuhan itu menjadi lebih dari sekadar seremoni.

Ia adalah simbol kebangkitan sebuah ekosistem yang ingin tumbuh dari akar: anak-anak usia dini. Bagi Gubernur Melki Laka Lena, peran Bunda PAUD bukanlah sekadar hiasan dalam barisan organisasi.

Dalam sambutannya yang menggugah, beliau melukiskan Bunda PAUD sebagai mata air perubahan – mengaliri semangat literasi, gizi, dan karakter ke dalam rongga-rongga paling dasar dari tumbuh kembang anak.

“Ia bukan hanya simbol, tapi suluh yang menuntun dalam gelap. Bunda PAUD harus menjadi pelita yang menyinari setiap sudut kampung, dusun, dan kota, tempat anak-anak belajar merangkak mengejar masa depan,” tuturnya penuh semangat.

Tak berselang lama, giliran Ny. Mindriyati Astiningsih menyampaikan komitmennya. Dalam untaian kalimat yang jernih namun berisi, ia menyulam janji untuk menapaki amanah ini dengan dedikasi sepenuh hati.

“Menjadi Bunda PAUD adalah tanggung jawab batin. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan untuk memastikan setiap anak NTT tidak kehilangan cahaya harapannya, sejak usia dini,” ujarnya lirih namun tegas.

Baca Juga :  Ziarah di Ujung Harapan: Arak Arca Bunda Maria Menyebrangi Derasnya Kali Loworea

Ia menggambarkan peran Bunda PAUD sebagai penjaga taman kehidupan, tempat benih-benih kecil belajar tumbuh dalam pelukan kasih, dalam disiplin yang penuh cinta.

“Saya tidak bisa berjalan sendiri. Saya butuh tangan-tangan hangat dari para pendidik, keluarga, dan pemimpin daerah untuk bersama-sama menenun layanan PAUD yang bermutu dan berkelanjutan,”tambahnya.

Prosesi hari itu tak berhenti di sana. Di bawah pandangan haru Gubernur dan hadirin, Ny. Mindriyati turut mengukuhkan 22 Bunda PAUD dari seluruh kabupaten/kota se-NTT.

Seolah sebuah simfoni kehendak baik, tangan-tangan itu akan bekerja bersama, menjaga mata air kecil bernama masa depan – anak-anak NTT.

Dalam cahaya yang mulai temaram di ufuk timur aula, semangat baru mengalir. Hari itu bukan sekadar peristiwa administratif.

Ia adalah nyala lilin pertama dari pelita panjang menuju 2045 – tahun ketika Indonesia bermimpi melahirkan generasi emas.

Dan NTT, dengan segala tantangan dan kekayaannya, memilih untuk tak tertinggal. Ia melangkah dengan pelan namun pasti, lewat tangan seorang ibu yang tak hanya menyuapi, tapi juga membimbing, menguatkan, dan mencintai: Bunda PAUD.

Penulis: Arnold Dewa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung