Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Damai di Tengah Ibadah: Sentuhan Humanis Polres Ende di Perayaan Kenaikan Isa Al-Masih

Avatar photo
Personel Polres Ende Amankan Perayaan Kenaikan Isa Almasih

Redaksi76.com Suasana pagi itu di kota Ende tampak berbeda. Kamis (29/5/2025), sejak matahari mulai merangkak naik, deretan personel berseragam tampak sibuk di pelataran sejumlah gereja.

Bukan untuk menegakkan hukum, melainkan memberi rasa aman bagi umat Kristiani yang tengah merayakan hari besar mereka: Kenaikan Isa Al-Masih.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Di Gereja Katedral Santo Yoseph, denting lonceng memanggil jemaat untuk berkumpul. Di sisi lain halaman gereja, seorang polisi muda tampak tersenyum kepada anak kecil yang datang bersama ibunya.

Ia membantu mereka menyeberang jalan yang sudah mulai dipadati kendaraan. Di titik lain, rekannya mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.

“Ini sudah tugas kami,” ujar Bripda Rio, salah satu personel yang bertugas pagi itu. “Tapi lebih dari itu, ini bentuk kasih dan pelayanan kami bagi masyarakat.”

Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya Polres Ende Polda NTT dalam menjamin kelancaran dan kenyamanan umat Kristiani menjalani ibadah penting tersebut.

Kapolres Ende, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan menjadi prioritas, sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam melayani masyarakat.

“Kami ingin saudara-saudari kita bisa beribadah dengan khusyuk, tanpa rasa khawatir,” ujarnya saat ditemui tim Humas Polres Ende. “Kehadiran kami di sini bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kepedulian.”

Tak hanya menjaga pintu masuk gereja, personel juga disebar di titik-titik strategis untuk memastikan situasi tetap kondusif. Sebagian bahkan turut membantu para lansia yang datang beribadah, dengan sopan dan penuh empati.

Baca Juga :  Di Hari Lahir Pancasila, Bank NTT Hadirkan Hadiah untuk Kota Ende: Dukung Program “Ende Bersih” Lewat Bantuan CSR Rp 270 Juta

Di tengah panasnya terik matahari Ende, yang terasa justru keteduhan. Sebuah keteduhan yang lahir dari kerja sama dan saling menghargai – antara aparat dan masyarakat, antara umat yang beribadah dan mereka yang menjaga di luar.

Hari itu, bukan hanya umat Kristiani yang merayakan momen suci. Tapi juga seluruh warga Ende, yang menyaksikan bahwa kedamaian bisa diciptakan bersama, dengan niat baik dan tindakan nyata.

Penulis : Arnold Dewa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung