Ende, Redaksi 76. Com,- Masyarakat kecamatan Ndona, Ndona Timur dan kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende minta Gubernur NTT, Melkianus Laka Lena dan Dinas PUPR Propinsi NTT menganggarkan kembali lanjutkan pekerjaan ruas Aekipa- Sokoria – Demulaka (PLTP).
Permintaan warga tersebut disampaikan Philipus Kami salah satu tokoh masyarakat Saga melalui pesan WhatsApp yang di kirim ke media ini pada Rabu (28/1/2026).
Mantan anggota DPRD Ende dari partai Demokrat ini menyampaikan harapan dan doa dari masyarakat di tiga kecamatan ini agar Gubernur Laka Lena membangun jalan yang dilengkapi dengan saluran dan tembok penahan tebing (TPT) mengingat topografi dan kondisi tanah yang labil, mudah longsor.
TERiMAKASIH UNTUK KADIS BENY NAHAK DAN PPK JAROT NUGROHO
” Terimakasih banyak buat pak Gubernur Melki Laka Lena atas perhatiannya terhadap kami warga yang melintasi jalan Ndona – Aekipa Sokoria Demulaka (PLTP)”.ujarnya.
Ucapan terimakasih juga kata Lipus Kami kepada Kepala dinas PUPR Propinsi NTT, Ir Beny Nahak dan PPK- nya Jarot Nugroho karena selama pelaksanaan pekerjaan ruas tersebut telah berbagi pengetahuan bahwa retaknya hotmix tidak semata mata kesalahan kontraktor tetapi karena faktor alam.
Pengetahuan seperti ini kata dia, adalah pengetahuan baru bagi masyarakat, karena selama ini jika ada keretakan pada hotmix, warga selalu berkesimpulan bahwa ini terjadi karena kwalitas pekerjaan yang buruk oleh rekanan.
” Jika curah hujan tinggi maka kondisi tanah di wilayah tiga kecamatan mudah terjadinya longsor sehingga wajar saja jika permukaan tanahnya turun.” tandasnya.

Politisi partai Demokrat ini menegaskan, curah hujan tinggi dengan durasi lama merupakan pemicu utama (faktor meteorologis) tanah longsor yang mengakibatkan kerusakan badan jalan, amblasnya aspal.
Air hujan yang meresap ke dalam tanah kata dia, akan meningkatkan kejenuhan dan beban lereng, sehingga mengurangi kekuatan geser tanah dan menyebabkan gerakan lateral atau longsoran.
” Di Aekipa sampai Sokoria (PLTP) stuktur tanah yang jenuh air kehilangan kestabilan, menyebabkan struktur jalan (badan jalan) mudah runtuh, amblas, atau terbawa longsoran, terutama di daerah perbukitan atau lereng curam.” paparnya.
Lipus Kami menyarankan kepada pengambil keputusan untuk bisa mempertahankan PPK seperti ini karena tidak pelit pengetahuan dan informasi.
Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya retak memanjang ( Longitudinal Cracking) kurang lebih 20 meter di sagmen dua ruas jalan Ndona –Sokoria (PLTP) bukan kelalian dari PT
Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC). Kondisi itu terjadi akibat penurunan tanah dasar (subgrade).
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat Propinsi NTT, Ir. Benyamin Nahak, MT saat meninjau langsung lokasi pekerjaan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













