Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Berita  

Warga Minta Gubernur Laka Lena Anggarakan Kembali Penanganan Ruas Ndona – Sokoria (PLTP)

Avatar photo

“Ini namanya deformasi tanah, penurunan permukaan tanah yang menyebabkan
kerusakan lapisan beraspal diatasnya dalam bentuk cracking atau retak, bukan kelalian dari rekanan “
tandasnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Retakan itu kata kadis Beny akibat tanah di bawah lapisan hotmix (tanah dasar/subgrade) mengalami penurunan konsolidasi secara alami, yang mengakibatkan permukaan aspal turun. Selain itu faktor alam dan cuaca pada suhu ekstrim dapat membuat aspal melunak (rutting) atau menyusut, yang memicu keretakan dan deformasi. Pergerakan tanah di bawah jalan (soil settlement) akibat faktor geologis, dapat merusak struktur jalan meskipun pengerjaan hotmix sudah sesuai prosedur.

“Secara teknis, PT BCTC bekerja berdasarkan job mix formula (JMF) dan desain yang diberikan dan perencana jalan sudah memperhitungkan beban lalu lintas yang tepat atau kondisi tanah dasar yang lunak ,” paparnya.

Sementara itu PPK ruas Ndona – Sokoria (PLTP) Jarot Nugroho, S.S.T menegaskan kerusakan yang terjadi tersebut diluar kendali penyedia, akibat deformasi/ penurunan tanah dan perubahaan bentuk aspal dan bukan merupakan kerusakan konstruksi yang dikerjakan oleh PT BCTC.

” Konstruksinya yang dikerjakan oleh kontraktor sangat baik hanya jenis tanah dititik itu adalah ekspansif (seperti lempung) yang menyusut dan mengembang yang menyebabkan terjadinya penurunan permukaan aspal. Itu terjadi wilayah – wilayah tebing” tandasnya.

Menurut Jarot, untuk mencegah keretakan sambungan, infilrasi air, dan kerusakan dini pada pinggir aspal pihaknya sudah menggunakan rabat beton (perkerasan kaku).

Jenis kerusakan seperti yang diberitakan itu, kata dia ternyata terjadi pada satu bidang dengan rabat beton yang mengalami penurunan dan pelemahan dari tanah dasar itu sendiri.

Baca Juga :  Listrik Padam Akibat Pohon Tumbang Diterjang Angin di Kecamatan Ndori Dan  Kecamatan Maurole

“Kerusakan itu terjadi akibat punurunan tanah sehingga rabat betonnya juga mengalami patah. Jadi satu bidang yang mengalami penurunan akibat pelemahan dari tanah dasar itu sendiri. Dan ini keluar kendali dua belah pihak tapi catatan kita bahwa penyedia memiliki masa pemeliharaan selama 3 tahun. Kita minta inisiasi dari PT. BCTC untuk tetap menjaga badan jalan itu sehingga kerusakan itu tidak terlalu besar dan memberikan mobilitas kepada masyarakat.” tandasnya.

Menurut Jarot, untuk mencegah terjadinya penurunan tanah dan patahan yang tidak terlalu besar akan dibangun TPT ataupun bronjongnisasi sambil menyesuaikan kesediaan anggaran.

“Jadi perlu diluruskan bahwa anggaran yang tersedia hanya galian saluran tanah biasa ya, bukan saluran parmanen karena kita kejar panjangnya aspal, jadi itu diluar penanganan” tandasnya.

Menurut Jarot, longsoran tersebut akibat gerusan sungai (erosi tebing) yang terjadi saat hujan deras dimana arus sungai.

“Kondisi kerusakan itu diluar penanganan PT BCTC artinya itu tidak dianggarkan dalam item pekerjaan.” tandasnya.

Untuk mengantisipasi kerusakan badan jalan
maka akan dilakukan perbaikan struktural (Hard Engineering).
penanganan kata dia, digunakan untuk kerusakan berat yang memerlukan penguatan fisik permanen yaitu dengan menimbun batu kali pada dasar saluran yang tanah yang tererosi dengan batu riprap untuk mencegah erosi lebih lanjut (scour) ( tef)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung