Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Transformasi Ende: Dari Pembenahan Tata Kelola Menuju Lompatan Pembangunan 2026

Avatar photo
Reporter : Tim Editor: Tim
Ket.Foto:Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda. Istimewa

Selain itu, bantuan sarana tangkap seperti sampan, kapal, dan kelong telah disalurkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan.

Di sektor transportasi, revitalisasi terminal darat seperti Ndao dan Roworeke menjadi bagian dari upaya membenahi sistem transportasi publik. Kehadiran transportasi berbasis digital turut memperkuat konektivitas dalam kota.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Selain itu, dalam waktu dekat, layanan penyeberangan feri akan kembali beroperasi, menghubungkan Ende dengan Kupang, Sabu, dan Waingapu.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Ende memfokuskan perhatian pada penataan kawasan perkotaan.

Upaya penanganan banjir dan pengelolaan sampah dilakukan melalui perbaikan drainase, penataan sempadan jalan, serta pembangunan tanggul di sejumlah wilayah strategis, termasuk kawasan pesisir.

Penataan kawasan pantai juga diarahkan menjadi ruang publik sekaligus zona ekonomi baru bagi pelaku UMKM.

Pembangunan fasilitas publik turut menjadi prioritas, seperti gedung serbaguna Ine Pare, taman kota, serta ruang terbuka hijau yang ramah masyarakat.

Di saat yang sama, pemerintah juga melakukan langkah strategis dalam penyelamatan aset daerah melalui pembentukan satuan tugas khusus.

Berbagai capaian ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dukungan dari lembaga nasional dan internasional seperti UNICEF, Gates Foundation, Tanoto Foundation, serta Universitas Indonesia menjadi penguat dalam pengembangan program literasi, numerasi, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Ende.

Transformasi nyata juga terlihat dari berbagai persoalan yang sebelumnya dianggap sulit diselesaikan. Penataan pasar, penyelesaian infrastruktur jalan yang terkendala lahan, hingga optimalisasi aset daerah kini mulai menunjukkan hasil konkret.

Kawasan perdagangan Mbongawani, misalnya, tengah diarahkan menjadi pusat ekonomi modern melalui pembangunan “Ende Square” yang terintegrasi dengan penataan kawasan sekitarnya.

Baca Juga :  Koordinator TPDI NTT Desak "Terdakwa Yuvinus Solo Harus Diberhentikan Sementara Sebagai Anggota DPRD Sikka"

Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang terukur dan berkelanjutan.

Seluruh upaya ini diarahkan untuk mewujudkan wajah baru Ende yang lebih tertata, bersih, sehat, dan berdaya saing.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Ende diharapkan terus bergerak maju sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan bermartabat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung