Redaksi76.com – Kiprah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi lokal.
UMKM Puto Group, yang berlokasi di Desa Manulondo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara resmi dinyatakan lolos ke Program One Village One Product (OVOP).
Program ini merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk mendorong setiap desa memiliki produk unggulan yang khas dan bernilai ekonomi.
Puto Group berhasil meloloskan tiga produk andalan, yakni tepung mocaf, kosmetik herbal berbasis Virgin Coconut Oil (VCO), serta minyak kelapa murni.
Dalam keterangannya kepada media pada Rabu, 28 Mei 2025, pemilik Puto Group, Ibu Oliva Mai, menjelaskan bahwa tepung mocaf yang diproduksinya berasal dari ubi kayu lokal (dikenal sebagai Uwi Kaju).
Proses pembuatannya dilakukan melalui fermentasi selama 12 jam, dilanjutkan dengan penggilingan, penjemuran, pengayakan, dan pengemasan secara manual. Produk ini dipasarkan dengan harga Rp30.000 per kemasan 350 gram.
“Prosesnya kami lakukan secara tradisional tanpa bantuan mesin. Semua dikerjakan secara manual. Sehingga kualitasnya sangat bagus,” ujar Oliva dengan nada bersahaja.
Selain tepung mocaf, Puto Group juga memproduksi minyak kelapa murni serta kosmetik herbal yang berasal dari pengolahan VCO. Semua produk diolah dari kelapa lokal dan dikemas secara sederhana namun higienis.
Selama ini, pemasaran produk dilakukan melalui platform media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, serta melalui partisipasi aktif dalam berbagai pameran UMKM di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Keikutsertaan dalam program OVOP merupakan pencapaian signifikan bagi Puto Group. Program ini membuka peluang lebih luas untuk pengembangan kapasitas produksi, akses pasar, serta potensi pendanaan dari pemerintah pusat maupun mitra swasta.
Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, Fransisko Khwuta, ST., yang turut melakukan kunjungan ke lokasi produksi Puto Group, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Oliva Mai dan timnya.
“Tahun ini, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati, produk-produk lokal seperti yang dikembangkan oleh Puto Group masuk dalam program prioritas ‘One Pelehps – One Prodak’ atau satu desa, satu produk unggulan. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi promosi dan pendampingan, baik di tingkat regional maupun nasional,” jelas Fransisko.
Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengusulkan bantuan rumah produksi serta fasilitas pendukung lainnya guna memperkuat rantai nilai produk VCO dan sabun turunannya.
Sementara itu, untuk tepung mocaf, Dinas Perindustrian akan memasukkan data produk tersebut ke dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sebagai langkah strategis untuk mengakses dukungan dari kementerian terkait.
“Dengan data yang valid, kami dapat melakukan advokasi ke tingkat kementerian agar anggaran pembinaan dan pengembangan dapat diarahkan untuk mendukung UMKM seperti Puto Group,” tutupnya.
Kebangkitan UMKM dari Desa
Keberhasilan Puto Group menjadi contoh konkret bahwa produk lokal dengan pengolahan tradisional sekalipun dapat bersaing di tingkat nasional, asalkan dikelola dengan konsistensi, inovasi, dan semangat kewirausahaan.
Program OVOP bukan sekadar program ekonomi, tetapi juga medium penguatan identitas desa dan kearifan lokal sebagai bagian integral dari pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (Arnold)
CATATAN REDAKSI :Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan /atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam pasal (1) ayat (11) dan (12) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirim melalui email : berita76gmail.com atau ke no kontak : +62 813 3982 5669 / +62 812 3646 2309.















