ENDE, REDAKSI 76.com,- Bagi kalangan Nasrani, Yudas Iskariot sudah tidak asing lagi. Tertulis dalam Alkitab, Yudas adalah pengkianat dan salah satu murid yang menjual Yesus kepada imam-imam kepala dengan tiga puluh uang perak.
“Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia, dan ketika ia mendapatkan Yesus dan berkata ” Salam Rabi” lalu mencium Yesus. Maka Yesus bertanya kepada Yudas, ” Hai teman, untuk itulah engkau datang ?” maka majulah mereka menangkap Yesus ( Matius 26 :47-56).

Tabiat Yudas sang pengkianat ini rupanya tertular dan sudah diadopsi oleh salah satu oknum anggota DPRD Ende. Usai temuan dugaan korupsi Rp 7 miliar dan bergulirnya hak angket, oknum DPRD Ende ini setiap saat mencari kesempatan bertemu Bupati Yosef Badeoda. Yang lebih menjijikan lagi, setiap kali bertemu, tangan Bupati Yosef Badeoda selalu diciumnya. Perlakunya mirip Yudas yang ada dalam Alkitab.
Tidak sampai disitu, setiap kali berpapasan dengan dan bertemu dengan orang- orang kepercayaan bupati, si Yudas ini selalu berbisik dan menyampaikan salam. ” Kae (kakak) tolong bantu omong dengan Bupati, akhiri sudah, tidak usah kejar yang Rp 7 miliar itu, kami duit tidak ada untuk kembalikan” begitulah sepenggal kalimat yang sempat keluar dari mulut oknum anggota dewan ini dengan membisik ke Wakil Bupati Domi Mere usai mengikuti acara respesi pergantian antar waktu ( PAW) anggota DPRD Ende, Thomas Aquino.
Langkah “merayu” wabup Domi Mere saat itupun terhenti setelah dirinya menyadari bisikan tersebut sempat dikuping media ini yang saat itu berdiri persis di kerumunan rombongan wabup yang hendak memasuki kendaraan dinasnya.
Padahal dibalik ini semua, si Yudas inilah yang mengskenariokan bergulirnya hak Angket dan sampai pada pelaporan terhadap Bupati Yosef di KPK.

Jika bupati Ende, Yosef Benediktus ikut arus oknum anggota DPRD maka komitmen bupati Yosef untuk berantas korupsi dirasakan melemah.
Hal tersebut disampaikan Koordonator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) wilayah NTT, Advokad Peradi, Meridian Dado, S.H melalui sambungan saluluer pada Selasa (4/2/2026).

Merdian minta kepada Bupati Yosef untuk tidak perlu ragu dengan ancaman hak Angket karena arus kuat angket itu hanya dimobilisiasi oleh beberapa oknum.
Sambil tertawa dan bercanda mengatakan ada oknum anggota DPRD Ende jika bertemu dengan Bupati Yosef , berpura- pura baik dan selalu mencium tangan bupati namun memfitnah dirinya dan wartawan yang menyoroti dugaan korupsi itu di DPRD Ende.
” Saya ada nangani perkara di Ende situ jadi sedikit tahu tentang itu, Nga usah saya sebutkan namanya pasti kalian wartawan tahu oknum anggota dewan itu, perilakunya mirip Yudas juga, setiap ketemu pak Bupati,tangan pak bupati selalu dicium, tapi fitnahnya minta ampun” ujar Meridian.
Menurut Meridian, sudah menjadi hal biasa di DPRD Ende jika setiap kali Sidang Perubahan selalu menaikan anggaran sesuka hati dengan jumlah angka miliaran rupiah dan menghabiskannya hanya butuh waktu dua bulan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












