Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Ende Sebut Pantura Ende Adalah Ende Masa Kini dan Masa Depan

Avatar photo
Ket. Foto: Vinsen Sangu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Ende. Istimewa

Redaksi76.com – Wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan publik seiring pernyataan tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ende, Vinsen Sangu, S.H., M.H., yang menyebut daerah tersebut sebagai “firdausnya Kabupaten Ende dan surganya Flores”.

Pernyataan tersebut, menurut Vinsen, bukanlah sekadar retorika politis, melainkan didasarkan pada realitas potensi sumber daya alam dan sosial-ekonomi yang dimiliki wilayah Pantura Ende.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut memiliki kapasitas strategis dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di masa mendatang.

“Potensi Pantura sungguh luar biasa. Sektor kelautan dan perikanan, pertanian, peternakan, hingga pariwisata, semuanya menyimpan peluang besar yang belum tergarap optimal,” ungkap Vinsen dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dari sisi pariwisata, Pantura Ende memiliki kekayaan destinasi yang bersifat multi-sektor: mulai dari wisata budaya, wisata sejarah seperti Benteng Marilonga—monumen penghormatan terhadap salah satu pahlawan lokal Ende—hingga wisata religi dan keindahan alam yang autentik dan eksotis.

“Pantura adalah wajah masa depan Kabupaten Ende. Daerah ini merupakan representasi dari potensi strategis yang dapat mendorong pertumbuhan daerah secara holistik,” ujarnya penuh optimisme.

Kendati demikian, Vinsen menyoroti bahwa potensi besar tersebut belum ditunjang secara optimal oleh infrastruktur yang memadai, khususnya pada sektor konektivitas antarwilayah.

Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai prasyarat mutlak dalam memacu kemajuan lintas sektor.

“Pemerintah daerah harus memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Pantura. Tanpa konektivitas yang baik, potensi yang ada tidak akan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tegasnya.

Baca Juga :  Aduh...! Tak Masuk Kerja, Anggota DPRD Nagekeo Tetap Dapat Tunjangan Transportasi Rp 500 Ribu Per Hari

Dalam kesempatan yang sama, Vinsen juga menyinggung salah satu produk lokal khas dari wilayah tersebut, yakni minuman tradisional “Moke DW” yang diproduksi di Desa Detuwulu. Ia menilai bahwa produk ini memiliki daya saing dan peluang pasar yang menjanjikan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Moke DW telah dikenal luas. Sudah saatnya pemerintah menggandeng investor untuk mendorong legalisasi dan komersialisasi produk ini agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat,” pungkasnya.

Dengan komitmen dan intervensi kebijakan yang tepat, Vinsen yakin bahwa Pantura Ende akan menjadi lokomotif pembangunan Kabupaten Ende di masa depan.

Penulis: Arnold Dewa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung