Usai keluar dari toko Jopu, tim kemudian meluncur ke Wolowona dan masuk di toko
Kawi Makmur yang terletak persis depan pasar Wolowona. Suasana dalam toko ini nampak ramai dan dikerumunin pembeli.
“ Ada jual rokok SKY atau rokok HUMER ?” tanya media
ini kepada salah satu karyawan toko tersebut.
“ Ada pak, butuh berapa pak, kalau rokok HUMER perbungkusnya Rp 14.000,- sementara rokok SKY nya Rp 16.000 / bungkus pak,
butuh berapa pak supaya kami ambil dibelakang pak “ tandas pegawai tersebut.
“ Kami pesan 1 kg gula pasir, 1 bungkus tugu buaya, 1 bungkus HUMER putih, 3
bungkus SKY dan 1 rak kit ban dan dibuatkan nota ya “ tandas media ini kepada pegawai
tersebut.
Tanpa basa basi pelayan toko tersebut pun terlihat masuk ke bagian dalam toko
dan keluar menggendong beberapa slof rokok haram itu.
Setelah diperhatikan ternyata barang-barang ini tidak memiliki pita cukai, atau
menggunakan pita cukai palsu yang tidak terdaftar secara resmi dan rokok tanpa izin ini juga membahayakan kesehatan konsumen karena tidak melalui pengawasan standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan pemerintah. Harga jual rokok ilegal ini diketahui jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi, sehingga sangat diminati oleh pedagang maupun pembeli yang
mencari harga murah.
Salah sumber menginformasikan bahwa jenis rokok HUMER didapati dari Neng salah satu penyuplainya.
Pemuda tersebut seolah ketakutan saat ditanyakan oleh awak media seolah enggan memberikan informasi lebih detail tentang penjualan dan keberadaan Neng dan Aleksius Meke. Menurutnya, kedua orang tersebut dan 4 orang pemilik toko diatas dalam aksinya diduga dibekingi aparat keamanan.
Dirinya mengaku sudah terbiasa membeli
rokok bermerek SKY dan HUMER di toko-toko tersebut karena harganya murah padahal ia
tidak mengetahui bahayanya rokok ilegal yang tidak dilengkapi dengan pita cukai.
Pemilik toko Karya Baru, Rony Lay yang berhasil dikonfirmasi media ini enggan memberikan tanggapan dan malah langsung memblokir nomor heand phone media ini.
Sementar itu Aling pemilik toko Jopu yang dikonfirmasi membantah jika dirinya sebagai distributor.” Kami jual eceran pak, bukan distributor” tandasnya melalui Pesan WhtasApp. ( tef)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















