ENDE, Redaksi 76. Com,- Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Ende, Maria Margaretha Sigasare, disarankan kembali belajar di PAUD, jika belum mampu memahami isi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ende Tahun Anggaran 2025–2029 secara utuh.
Saran pedas ini dilontarkan tokoh muda NTT, Arnoldus Toda, melalui sambungan telepon kepada media pada Kamis, 14 Agustus 2025.
“RPJMD itu bukan latihan membaca untuk anak SD kelas satu. Isinya bukan sekadar visi-misi atau angka-angka. Kalau jadi anggota DPRD hanya berpikir soal dana pokir, mending pulang, tidur, tiap bulan terima gaji,” tegas Arnol.
Menurutnya, pernyataan Fraksi Golkar pada sidang paripurna DPRD Ende, Rabu (11/8/2025), menyesatkan publik dan tidak mendidik. Ia menilai tidak ada yang salah dengan dokumen RPJMD tersebut.
“Saya sarankan Ketua Fraksi Golkar Ende baca ulang dokumennya. Dan pimpinan DPRD sebaiknya beri waktu khusus untuk mereka menyampaikan ulang pandangannya. Kalau tidak, akan hancur karena opini sesat dan dangkal itu,” ujar Arnol.
Arnol menyindir bahwa tujuh fraksi lain—PDIP, PSI, NasDem, Hanura, Gabungan Gerindra-PAN-PKS, PKB, dan Demokrat—paham betul sistematika RPJMD, visi-misi, dan manfaatnya bagi masyarakat, sementara Fraksi Golkar justru terlihat gamang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













