Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Demi Melestarikan Kembali Nilai – Nilai Budaya, Yohane Borgias Riga Akan Menggelar Festival Daun Lontar di Ende

Avatar photo
Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Yohanes Borgias Riga. Istimewa

Redaksi76.com Yohanes Borgias Riga, penerima manfaat Program Indonesiana di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan menggelar Festival Daun Lontar yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan nilai ekonomis melalui kerajinan tangan.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kelitembu, Kecamatan Wewaria, pada 16 hingga 18 Maret 2025.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Dalam wawancara bersama tim media pada Selasa malam, 3 Maret 2025, Yohanes Borgias Riga, selaku Ketua Panitia Festival Daun Lontar, mengungkapkan bahwa acara ini akan mencakup pelatihan keterampilan kerajinan dari daun lontar yang dapat menghasilkan produk bernilai ekonomis. Pelatihan ini akan melibatkan peserta dari 22 desa di Kecamatan Wewaria.

Pelatihan untuk Masyarakat dan Generasi Muda! 

Borgias menjelaskan bahwa peserta pelatihan terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, pelajar SD, SMP, SMA, hingga pegiat budaya, pendidikan non-formal, dan pelaku UMKM.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah daun lontar menjadi produk kerajinan yang memiliki potensi ekonomi.

“Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari, dan kami berharap peserta dapat memanfaatkan waktu ini untuk menggali kreativitas mereka dalam menghasilkan karya-karya bernilai jual,” kata Borgias.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan diberikan waktu sekitar dua bulan untuk menciptakan hasil kerajinan mereka.

Borgias menambahkan bahwa pada 21 Mei 2025, peserta akan mempresentasikan karya-karya mereka untuk dipamerkan dan dipasarkan.

Pada 22 Mei, akan diadakan lomba kreasi berbasis daun lontar, sementara pada 23 Mei, akan digelar pameran dan pergelaran hasil karya dari seluruh peserta.

Baca Juga :  Juli Sutrisno Laiskodat Salurkan Bantuan Peralatan Kesehatan untuk Kongregasi Suster SSpS di Ende

Dukungan dari Pemerintah dan BUMN

Borgias juga mengungkapkan bahwa panitia telah menjalin komunikasi dengan pihak BUMN Kabupaten Ende, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil kerajinan peserta dapat dipasarkan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal.

Apresiasi dari Camat Wewaria! 

Camat Wewaria, Fidelis Bela, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif panitia yang mengadakan Festival Daun Lontar ini.

“Kegiatan ini sangat positif, dan sebagai putra Pantura, saya sangat mendukung. Kami akan berkoordinasi dengan para kepala desa agar mereka bisa merekomendasikan peserta dari setiap desa untuk ikut serta,” ungkap Fidelis.

Fidelis juga berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada festival, tetapi menjadi sebuah gerakan berkelanjutan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang semakin tergerus oleh modernisasi.

Menghidupkan Kembali Budaya Lokal dan Pemberdayaan Ekonomi
Festival Daun Lontar ini diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk melestarikan kerajinan tradisional serta mengangkat potensi ekonomi masyarakat Kabupaten Ende.

Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang bagi generasi muda dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kerajinan lokal ke pasar yang lebih luas.

Sebagai penutup, Borgias berharap agar festival ini dapat berjalan lancar dengan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, sehingga tujuan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi dapat tercapai secara maksimal.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Ende dapat menjadi pusat pengembangan kerajinan daun lontar yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung