Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dinas Perpustakaan Ende Hadirkan Perpustakaan Keliling di Jumpa SEKAMI Kevikepan Ende, Perkuat Literasi bagi 1.365 Anak

Avatar photo
Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Dinas Perpustakaan Ende Hadirkan Perpustakaan Keliling di Jumpa SEKAMI Kevikepan Ende, Perkuat Literasi 1.365 Anak. Istimewa

Redaksi76.com Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende menghadirkan layanan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dalam kegiatan Jumpa SEKAMI dan JPA Tingkat Kevikepan Ende yang berlangsung di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Wonda, Kecamatan Ndori, pada 25–28 Juni 2026.

Kegiatan empat tahunan tersebut diikuti sebanyak 1.365 anak SEKAMI dan JPA dari 39 paroki di wilayah Kevikepan Ende, didampingi para pastor dan pendamping.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kehadiran layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan Jumpa SEKAMI tahun ini. Untuk pertama kalinya, layanan literasi dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembinaan anak-anak tingkat kevikepan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak membaca berbagai koleksi buku yang disediakan, mengikuti sesi storytelling dengan menceritakan kembali isi bacaan, serta berpartisipasi dalam permainan edukatif dan aktivitas yang mendorong kreativitas.

Layanan perpustakaan tersebut menjangkau lima rayon, yakni Wonda, Ranggatalo, Masebewa, Iliwoda, dan Aebara, sehingga seluruh peserta dapat menikmati layanan secara merata.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende mengapresiasi Kevikepan Ende yang membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan Gereja dalam memperkuat budaya literasi anak.

“Kami sangat mengapresiasi Kevikepan Ende yang telah melibatkan seluruh anak-anak SEKAMI dan JPA dari 39 paroki dalam kegiatan ini. Kolaborasi ini merupakan sebuah inovasi yang sangat baik karena untuk pertama kalinya layanan perpustakaan dilibatkan dalam Jumpa SEKAMI tingkat kevikepan. Ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan budaya membaca kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan sumber daya manusia tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembiasaan membaca sejak usia dini.

Baca Juga :  Pemegang Saham Seri B Dukung Penuh KUB Bank NTT Dengan Bank DKI Jelang HUT Bank NTT Ke-62

Karena itu, pihaknya terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, sekolah, komunitas, dan pemerintah desa.

Sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende juga menggagas program Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak yang dilaksanakan di sejumlah paroki melalui layanan perpustakaan keliling.

Program tersebut menghadirkan berbagai aktivitas seperti membaca bersama, mewarnai, permainan edukatif, ice breaking, hingga storytelling untuk meningkatkan minat baca anak.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa aplikasi ELiA (Ende Library & Archive) yang akan segera diluncurkan.

Aplikasi tersebut akan menyediakan layanan perpustakaan dan kearsipan berbasis digital, mulai dari akses buku elektronik, peminjaman buku secara daring, hingga berbagai layanan perpustakaan yang dapat diakses masyarakat kapan saja dan di mana saja secara gratis.

Peluncuran ELiA menjadi bagian dari transformasi digital layanan perpustakaan di Kabupaten Ende sekaligus mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gereja tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan literasi hingga ke lingkungan keluarga, komunitas, dan Gereja, sebagai upaya membangun generasi Ende yang beriman, cerdas, kreatif, dan gemar membaca.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung