BADUNG, Redaksi 76.Com,- Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali punya cara sendiri menjaga ritme spiritualitas warga akademiknya dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Kristiani. Satu diantara Ibadah Rabuan, adalah tradisi kuat yang hingga kini dijaga dan menjadi denyut jantung kampus.
Setiap hari Rabu dalam seminggu sekali, seluruh civitas akademika Undhira menghentikan sejenak seluruh rutinitas formal. Jajaran rektorat, dosen, staf kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa berkumpul bersama di bawah naungan Yayasan Dhyana Pura (YDP) untuk satu dalam ibadah.
Ketua Yayasan Dhyana Pura, Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS., mengungkapkan, esensi tradisi mingguan ini guna merawat keseimbangan Ora et Labora (berdoa dan bekerja).
Menurut Dr. Nyandra, dalam seminggu sekali khususnya di tengah minggu momen tepat untuk mengecas nilai rohani setiap penghuni Undhira.
“Rabu pagi hingga siang itu waktu yang paling tepat untuk berhenti sejenak. Kami memperkuat spiritualitas melalui ibadah Rabuan yang juga kami padukan dengan kegiatan refleksi, pendidikan karakter, seminar dan agenda lainnya. Ibadah tanggal 24 Juni 2026 akan dipimpin langsung oleh Bishop Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB),” ujar Dr. Nyandra saat ditemui awak media, Selasa (23/6/2026).
Momen rohani ini tak hanya diisi khotbah. Manajemen yayasan dan rektorat juga memanfaatkan jeda ibadah untuk menyampaikan refleksi, evaluasi, hingga rancangan kerja sama strategis semua sektor. Dengan demikian, seluruh tim akan bergerak selaras dalam satu visi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















