Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Belajar dari Nepal: Mencegah Ledakan Sosial di Indonesia

Avatar photo
Ket. Foto: Dr. Ir. Karolus Karni Lando,MBA. Istimewa

 

Opini Oleh :

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Dr. Ir. Karolus Karni Lando,MBA.

Redaksi76.com – Awal September 2025, Nepal diguncang kerusuhan besar setelah pemerintah memblokir media sosial seperti Facebook, X, dan YouTube. Kebijakan ini memicu kemarahan generasi muda (Gen-Z) yang menganggapnya sebagai bentuk pembungkaman suara rakyat.

Protes pun berkembang menjadi gerakan anti-korupsi yang menyoroti gaya hidup mewah anak-anak pejabat, sementara rakyat hidup dalam kesulitan.

Aksi yang awalnya damai berubah menjadi kerusuhan pada 8–9 September 2025. Gedung parlemen, Mahkamah Agung, istana presiden, hingga rumah-rumah pejabat dibakar massa.

Korban jiwa mencapai puluhan orang dan ribuan lainnya terluka. Salah satu peristiwa paling tragis adalah terbakarnya rumah mantan Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli yang menewaskan istrinya. Peristiwa ini menjadi simbol pahit betapa parahnya kemarahan rakyat terhadap elit politik.

Jika kita melihat data, Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Nepal hanya 34. Angka ini sama persis dengan CPI Indonesia, yang berarti tantangan kita terhadap korupsi sebenarnya tidak kalah serius. Di Indonesia, jurang antara elit politik dan rakyat juga sangat lebar.

Baca Juga :  Geotermal: Pilar Ketahanan Energi dan Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung