Redaksi76.com – Langit pagi Kota Ende begitu cerah saat ribuan masyarakat berkumpul di Lapangan Pancasila. Di tengah semangat memperingati Hari Lahir Pancasila, sebuah momen penuh makna hadir – Bank NTT menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 270 juta kepada Pemerintah Daerah Ende.
Bantuan ini bukan sekadar angka. Di dalamnya tersimpan harapan, upaya, dan komitmen bersama untuk menjadikan Ende lebih bersih dan tertata.
Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Pimpinan Bank NTT Cabang Ende, Ketut Edy Suryantha, dan diterima langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda.
Tak hanya menjadi seremonial biasa, penyerahan CSR ini disaksikan oleh tokoh-tokoh penting seperti Gubernur NTT Melki Lakalena, Anggota DPR RI Andreas Hugo Parera, Anggota DPD RI Angelo Wake Kako, serta para kepala daerah tetangga seperti Bupati Ngada, Nagekeo, dan Sikka.
Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso, dan undangan lainnya yang turut menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi NTT di tempat yang penuh sejarah ini.
Mendukung dari Hulu ke Hilir
Bantuan CSR ini bukan sekadar bentuk seremonial institusional. Di baliknya, ada program besar yang tengah digulirkan: “Ende Bersih”.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Ende, Kanisius Se, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan dua kontainer sampah senilai Rp 70 juta per unit dan dua unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah.
Tujuan besarnya adalah mendekatkan pengolahan sampah ke rumah-rumah warga.
“Dengan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, kita bisa mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya.
Bank NTT: Dari Infrastruktur Fisik hingga Digitalisasi
Pimpinan Bank NTT Cabang Ende, Edy Suryantha menyatakan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bentuk nyata dukungan Bank NTT terhadap misi kebersihan Kota Ende.
Namun tak berhenti sampai di sana, Bank NTT juga mendukung transformasi digital dalam tata kelola kebersihan.
“Selain CSR, kami juga memfasilitasi digitalisasi pembayaran retribusi sampah menggunakan mesin EDC,” kata Edy. Mesin EDC (Electronic Data Capture) memungkinkan warga membayar retribusi sampah secara non-tunai-mengurangi potensi kebocoran dan meningkatkan efisiensi pemungutan.
Langkah ini diharapkan memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Ende.
“Kami sudah mulai implementasi, tinggal bagaimana Dinas Lingkungan Hidup bisa secara kontinyu menagih retribusinya,” lanjutnya.
Momentum yang Diperhitungkan
Penyerahan ini bukan tanpa alasan dilakukan bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Edy mengungkap bahwa setelah berkoordinasi dengan Kantor Pusat Bank NTT di Kupang, diputuskan bahwa momen ini ideal untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap hidup dalam praktik nyata.
“Ini bukan hanya sekadar bantuan, tapi simbol kebersamaan kita membangun daerah. Sesuai nilai-nilai Pancasila, kami hadir mendukung program pemerintah,” tutup Edy.
Harapan Baru dari Tanah Bersejarah
Ende adalah tempat Bung Karno merenungkan Pancasila. Kini, nilai-nilai itu diwujudkan kembali dalam tindakan nyata – dalam bentuk kontainer sampah dan motor pengangkut, dalam digitalisasi, dalam sinergi antara lembaga keuangan dan pemerintah.
Bank NTT tak sekadar menyerahkan CSR, tapi menghadirkan harapan. Harapan bahwa kota ini bisa menjadi lebih bersih, lebih sehat, dan lebih modern. Dan semua itu dimulai dari rumah, dari keluarga, dari gotong royong, dari semangat Pancasila yang terus menyala.
Penulis: Arnold Dewa
CATATAN REDAKSI :Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan /atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam pasal (1) ayat (11) dan (12) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirim melalui email : berita76gmail.com atau ke no kontak : +62 813 3982 5669 / +62 812 3646 2309.












