Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Proyek ‘Plamir’ Jalan Negara Gako-Aegela-Marapokot Senilai Rp 6,2 M oleh PT. BCTC Hancur Setelah Dikerjakan

Avatar photo
IMG-20221120-WA0027

Penelusuran dilanjutkan hingga Kota Mbay. Tim menemukan adanya sekelompok kendaraan/alat berat untuk melakukan pekerjaan hotmix di Kota Mbay . Tampak 1 unit Finisher (penghampar hotmix, red) kecil berwarna orange dengan lebar sekitar 1,5 meter. Tampak juga 1 unit Pneumatic Tired Roller (penggilas lapisan hotmix) berukuran kecil berwarna orange. Ada juga 1 unit Tandem Roller/Walas kecil (dengan tonase sekitar 4 ton, red) yang biasanya digunakan untuk memadatkan trotoar/bahu jalan. Tak terlihat Vibrator Tandem Roller yang biasa digunakan untuk pekerjaan hotmix.

Tim wartawan mencoba menelusuri ruas jalan tersebut namun tidak menemukan adanya papan proyek. Namun informasi yang berhasil dihimpun Tim Wartawan dari Website resmi Kementerian PUPR, diketahui pekerjaan Ruas Gako-Danga-Nila-Marapokot tersebut masih satu paket dengan pekerjaan rehabilitasi jalan ruas Gako-Aegela yang dikerjakan oleh PT. BCTC. Tim. Yakni Paket Rehabilitasi Jalan Negara Ruas Gako-Aegela-Danga-Nila-Marapokot. Nilai proyek tersebut sekitar Rp 6,2 Milyar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Direktur Utama (Dirut) PT. BCTC, Heng Kosmas yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp/WA sejak Pukul 13.03 Wita siang tadi, belum memberikan respon walaupun pesan tersebut telah dibacanya beberapa saat kemudian.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.1, Satker 4 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Frumensia Silvia yang dikonfirmasi Tim Media ini melalui pesan WA mengakui adanya kerusakan jalan yang baru selesai di-patching. “Yang di Aegela itu memang pecah dan akan diperbaiki kembali. Ini kami sedang minta dia perbaiki selagi dia produksi aspal baru sekalian di-patching,” ujarnya wanita yang akrab disapa Silvi.

Mengenai titik-titik patching di sekitar Agela-Raja yang kembali rusak setelah dikerjakan, Silvi menjelaskan, kontraktor telah menggantinya. “Kami sudah ganti karena itu tempat cucian mobil jadi rusak lagi dan semuanya pasti kami perbaiki lagi,” katanya.

Baca Juga :  SMKN 1 Ende Gelar Seminar Nasional Menyambut HUT ke-60, Hadirkan Direktorat SMK

Sedangkan adanya temuan sekitar 40 titik patching yang telah rusak kembali, Silvi mengatakan, kerusakan tersebut juga berasal dari pekerjaan patching tahun-tahun sebelumnya. “Ini juga ada pekerjaan tahun lalu yang rencana di-patching lagi pas mereka lagi produksi aspal. Semua titik itu sudah kami data untuk di-patching kembali karena ada juga pekerjaan tahun-tahun lalu yang memang rusak pas ada banjir beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Menanggapi adanya temuan Tim Wartawan di Kesidari (ruas menuju Kota Mbay, red) Silvi mengatakan akan mengecek kembali di lapangan. “Di Kesidari yang retak itu nanti saya cek karena itu ada terlewat waktu kemarin patching awal. Yang di Kesidari sudah saya sampaikan perbaikan kembali,” tandasnya.

Tentang mobil/alat berat yang digunakan PT. BCTC untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, Ia mengatakan, untuk pemadatan diperlukan alat (Tandem Roller, red) dengan tonase yang sesuai. “Finisher itu untuk penghamparan aspal, jadi kecil dan besar itu untuk lebar jalan,” jelas Silvi.

Terkait Tandem Roller, Silvi mempertanyakan besar/kecil Tandem Roller yang digunakan PT. BCTC. “Kalau untuk bahu jalan bukan yang begitu. Minta fotonya kalau ada,” pintanya.

Namun setelah dikirimi foto Tandem Roller dengan tonase sekitar 4 ton yang digunakan oleh PT. BCTC dalam pekerjaan preservasi jalan negara di Ruas Gako-Aegela-Danga-Nila-Marapokot tersebut, Silvi tidak memberikan penjelasannya.(Brt.76/tim)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung