“Sekarang sudah timingnya sosialisasi dana bos, jadi penyusunan rencana kerja anggaran sekolah yang bersumber dari dana BOSP, dan penyusunanan itu harus berbasis data, atau perencanaan berbasis data. Persencanaan berbasis data itu, data base-nya harus dari rapor pendidikan. Nah, rapor pendidikan itu ada tiga indikator utama yaitu literasi, numerasi dan karakter“, ungkapnya
Lebih lanjut, Kadis Mensi Tiwe katakan, Mereka bisa analisis dari rapor pendidikan mereka, mana yang perlu di back up ikutannya dari nilai rapor yang bersangkutan, data ini ada formulasinya.
“Regulasi itu namanya perencanaan berbasis data, mereka harus desain perencanaan berbasis data, setelah itu baru bisa menyusun rencana kerja anggaran sekolah. Untuk pemenuhan kekurangan dalam rapor pendidikan, ini yang harus mereka lakukan. Saya senang sekali kurang lebih tahun ke empat ini, energi positif sekolah sudah mulai luar biasa, yang mana kolaborasi jalan. Mudah mudahan target kita karena implementasi dari pada kurikulum Mardeka ini yang evaluasinya sudah menggunakan assesment, mudah mudahan tahun ini pendidikannya lebih baik dari rapor pendidikan tahun kemarin“, tambahnya
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Kadis Mensi kembali menekankan kepada para peserta agar di tahun 2023 ini, seluruh jajaran di Dinas P dan K harus memiliki sifat dan totalitas yang tinggi. Sekolah juga kata dia, dituntut untuk terus memahami karena transformasi bidang pendidikan sehingga platform Merdeka belajar ini benar-benar sukses. Ada beberapa tools sudah mengikuti transformasi dibidang pendidikan, termasuk salah satunya kegiatan BIMTEK yang sedang berjalan.
“Mereka terus diarahkan untuk bagaimana percepatan agar mereka memahami prosedur, menyusun anggaran berbasis data”, terang kadis Mensi
Mengingat jumlah sekolah yang tersebar di Kabupaten Ende, Mensi menghimbau agar kegiatan seperti ini harus terus berlanjut untuk sekolah lainnya.
Pihaknya juga akan menggunakan metode perkecamatan karena jumlah guru yang banyak dikhawatirkan belum semuanya memahami tujuan kegiatan tersebut, karena penyusunan rencana kerja anggaran sekolah, harus sesuai dengan target skala nasional dan kabupaten.
“Kerja inikan nanti golnya di rapor pendidikan. Karena evaluasi kita pada anak anak didik yang akan kita ukur. Selain itu pendidiknya juga penting diberikan capasity building. Jangan sampai kita fokus ke anak, tapi pendidiknya belum terbebas dari literasi. Contoh konkrit tenagan pendidik yang ikut PPPK banyak yang tidak lulus, nulis easay”, pukasnya. (B76/Tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













