Redaksi76.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK, Ny. Asti Laka Lena, resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Minggu, 24 Agustus 2025, di Kota Kupang.
Kemitraan strategis ini menandai peluncuran program gizi terintegrasi yang menyasar Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh wilayah Provinsi NTT.
Program yang dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, yakni dari Agustus hingga November 2025, dirancang sebagai upaya intervensi holistik dalam menanggulangi permasalahan wasting dan stunting pada anak usia dini melalui pendekatan pendidikan, pemantauan gizi, dan pemberdayaan keluarga.
Dalam pernyataannya, Ny. Asti Laka Lena menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen kolektif antara TP PKK NTT dan UNICEF dalam mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan tangguh.
“Program ini dirancang untuk memastikan terselenggaranya pemantauan pertumbuhan secara berkala, deteksi dini permasalahan gizi, serta pemenuhan gizi optimal yang didukung oleh ketahanan pangan baik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga,” ujar Ny. Asti.
Fokus Program: Penguatan Gizi, Ketahanan Pangan, dan Keterlibatan Keluarga
Program bertajuk PAUD Peduli Wasting ini tidak hanya menyentuh aspek edukasi dan intervensi gizi, namun juga melibatkan keluarga serta masyarakat luas melalui pelaksanaan kelas pengasuhan (parenting class).
Pendekatan holistik dan integratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sejak usia dini.
Program ini juga selaras dengan tiga prioritas utama TP PKK Provinsi NTT, yakni:
1. Gempur Stunting,
2. Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, serta
3. Pencegahan Kekerasan terhadap Ibu dan Anak.
Melalui kolaborasi ini, TP PKK NTT bersama UNICEF berharap dapat membangun sebuah model percontohan (pilot project) yang dapat direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.
“Balita yang mengalami wasting memiliki risiko tiga kali lipat untuk menjadi stunting. Bahkan, kasus wasting berat atau gizi buruk meningkatkan risiko kematian anak hingga 12 kali lipat dibandingkan anak dengan status gizi baik,” tegas Ny. Asti.
Komitmen UNICEF terhadap Pembangunan Anak Berkelanjutan
UNICEF, melalui Nutrition Officer untuk wilayah NTT dan NTB, Ibu Hai Raga Lawa, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program yang mengarusutamakan pemenuhan hak anak dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.
“UNICEF berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah daerah yang menempatkan anak sebagai prioritas utama. Penguatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) akan menjadi fokus, dimulai secara intensif di Kota Kupang, dan diperluas ke 22 kabupaten/kota, terutama di wilayah dengan prevalensi wasting dan stunting yang tinggi,” ujar Hai Raga Lawa.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya inovasi kebijakan di tingkat daerah maupun nasional, yang menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai pintu masuk utama dalam pencegahan malnutrisi dan pengentasan kemiskinan antargenerasi.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













