Kolaborasi TP PKK dan UNICEF Perkuat PAUD Peduli Wasting: Langkah Besar Tangani Gizi Buruk di NTT

Avatar photo
Berita76.Com
TP PKK Provinsi NTT bersama UNICEF gelar Acara zoo meeting. Istimewa

Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, bekerja sama dengan UNICEF, menyelenggarakan Orientasi PAUD Peduli Wasting bagi guru PAUD se–Provinsi NTT pada Senin, 24 November 2025.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom dan kanal YouTube TP PKK NTT ini menjadi langkah strategis memperkuat peran PAUD dalam pencegahan dan penanganan wasting di tingkat satuan pendidikan anak usia dini.

Acara tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK NTT Ny. Asty Laka Lena yang dibacakan oleh ketua Pokja dua Theresia Maria Florensia, SE, M.Ec.Dev yang turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNICEF, para fasilitator PAUD Holistik Integratif yang berasal dari TP PKK NTT, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Pertanian Provinsi, dan PERSAGI NTT, serta seluruh peserta orientasi dari 22 kabupaten/kota.

Latar Belakang

Provinsi NTT masih menghadapi tantangan serius terkait pemenuhan gizi balita. Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi wasting di NTT mencapai 15,9%, dengan 3,6% di antaranya adalah balita gizi buruk, setara dengan estimasi beban kasus sekitar 53.000 balita per tahun.

Sejak 2019, Kementerian Kesehatan RI telah menginisiasi perluasan Program Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) melalui empat pendekatan: mobilisasi masyarakat, tata laksana gizi buruk rawat jalan, tata laksana gizi buruk rawat inap, serta konseling dan pemberian makanan tambahan.

PAUD sebagai garda terdepan pendidikan usia dini memiliki peranan vital dalam deteksi dini dan rujukan kasus wasting. Menyadari hal ini, UNICEF bersama Kemenkes memulai percontohan PAUD Peduli Wasting untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD agar mampu mengidentifikasi dan merujuk balita berisiko wasting.

Pada tahun 2025, UNICEF bersama TP PKK NTT memperkuat program ini di 100 satuan PAUD di Kota Kupang melalui deteksi dini, rujukan, edukasi gizi, demo masak, serta pengembangan kebun gizi pekarangan.

Baca Juga :  Gelar Jumat Curhat, Polsek Ndona Serap Pendapat Masyarakat Desa Manulondo

Selanjutnya TP PKK Provinsi NTT berkomitmen memperluas implementasi program ini ke 22 kabupaten/kota melalui orientasi guru PAUD, terutama bagi lebih dari 5.000 satuan PAUD yang telah menerima pita LiLA sejak Agustus 2025.

Tujuan Kegiatan

Orientasi ini bertujuan untuk:

1. Meningkatkan kemampuan guru PAUD dalam melakukan deteksi dini dan rujukan balita berisiko wasting.

2. Mengoptimalkan pemanfaatan kebun pekarangan sebagai media pembelajaran gizi di PAUD.

3. Memperkuat kelas pengasuhan/parenting mengenai gizi, deteksi dini, rujukan, serta demonstrasi masak makanan sehat.

Hasil yang Diharapkan