“Logika apa yang dipakai Ketua Fraksi Golkar ini? Jangan-jangan masih dendam politik Pilkada atau mau nego soal Pokir,” katanya sambil tertawa lepas.
Ia menambahkan, masyarakat percaya Bupati Yosef Badeoda dan Wabup Domi Mere paham betul visi dan misi membangun Ende, terbukti dengan kemenangan telak mereka di Pilkada 2024. Kini, fokus mereka adalah mengembalikan beban utang miliaran rupiah akibat pengalihan anggaran Rp49 miliar untuk membayar gaji 30 anggota DPRD Ende.
“Bukannya mendukung langkah pemerintah, malah bikin opini sesat. Kalau kontrol Fraksi Golkar selama ini baik, utang Pemkab akibat salah kelola tak akan terjadi. Jangan sampai ini cara menutupi kelemahan DPRD dalam mengawasi keuangan Sekwan, lalu salahkan pemerintah,” tandas Arnol.
Untuk diketahui, Fraksi Golkar menilai dokumen RPJMD 2025–2029 belum menunjukkan ukuran capaian yang jelas dan hanya berisi janji manis. Ketua Fraksi, Megi Sigasare, mengibaratkan RPJMD seperti nahkoda berlayar di samudera luas tanpa tahu pelabuhan tujuan.
“Jika dokumen ini hanya jadi hiasan rak arsip, lima tahun ke depan kita akan berputar di masalah yang sama. Pemerintah harus memastikan visi-misi ini dioperasionalkan lewat program prioritas yang realistis dan terukur,” tegas Megi.
Golkar juga mempertanyakan perbedaan antara pidato perdana Bupati dengan isi RPJMD, khususnya program “Ende Bersih” yang berganti menjadi “Ende Lestari” namun dinilai belum menyentuh persoalan banjir di Kota Ende. (tef)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













