Oleh: [ Arnold Dewa]
Ende, Refaksi76.com – Dalam suasana khidmat yang melingkupi peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golongan Karya (Golkar), rasa syukur tidak hanya diekspresikan melalui kemeriahan seremoni atau pernyataan politik, melainkan diwujudkan dalam bentuk perenungan spiritual yang mendalam.
Di berbagai penjuru tanah air, para kader dan simpatisan Golkar larut dalam doa bersama, sebuah refleksi iman atas perjalanan panjang partai ini dalam kancah politik nasional.
Dalam semangat eklesial yang hening dan penuh kekhusyukan, doa-doa dinaikkan, seraya mengakui bahwa seluruh capaian yang telah diraih selama enam dekade lebih bukan semata hasil jerih payah manusia, melainkan anugerah dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Allah yang Mahakasih, pada momentum agung ini kami datang ke hadirat-Mu dengan hati penuh syukur. Atas rahmat-Mu, Partai Golkar telah Kau tuntun melewati berbagai dinamika sejarah bangsa, dari zaman transisi hingga era kematangan demokrasi,” demikian kutipan pembuka dari doa yang dipanjatkan.
Sebagai entitaspolitik yang telah melewati berbagai babak penting sejarah Indonesia—dari era Orde Baru, masa reformasi, hingga kini berkiprah di era demokrasi digital—Partai Golkar terus menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan politik yang berakar kuat di tengah masyarakat.
Namun, dalam doa reflektif ini, seluruh keberhasilan partai dipandang sebagai buah dari campur tangan Ilahi yang patut disyukuri dengan kerendahan hati.
“Terima kasih, ya Tuhan, atas segala karya-Mu yang telah terwujud melalui partai ini: demi kesejahteraan rakyat, kemajuan bangsa, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian lanjut doa tersebut.
Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendiri, tokoh, dan pejuang partai yang telah menanamkan nilai-nilai perjuangan, integritas, serta semangat pengabdian kepada bangsa.
Melalui doa syukur ini, generasi penerus Partai Golkar diingatkan untuk senantiasa meneladani keteladanan tersebut, menjadikannya sebagai pijakan moral dalam setiap tindakan politik.
Lebih dari sekadar doa internal, harapan yang disampaikan mencerminkan komitmen Golkar terhadap nilai-nilai kebangsaan dan persatuan:
“Satukanlah kami, ya Tuhan, dalam semangat Pancasila. Kiranya perbedaan politik tidak menjadi jurang pemisah, melainkan sumber kekuatan dan kekayaan dalam membangun persaudaraan sebangsa dan setanah air.”
Pesan ini hadir sebagai peneguhan di tengah realitas politik yang kerap diliputi polarisasi dan fragmentasi sosial. Doa menjadi medium untuk menyatakan tekad bahwa kekuasaan politik harus dijiwai oleh moralitas, keberpihakan kepada rakyat, serta kejujuran dalam pengabdian.
Di penghujung refleksi spiritual ini, tersirat harapan yang luhur: agar Partai Golkar senantiasa menjadi alat di tangan Tuhan—bukan semata untuk meraih kekuasaan, tetapi untuk menjadi saluran berkat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
“Teguhkanlah Partai Golkar agar senantiasa menjadi partai yang matang dalam berdemokrasi, arif dalam mengambil keputusan, dan tulus dalam mengabdi. Jadikanlah setiap karya dan perjuangan kami sebagai terang yang menuntun rakyat menuju masa depan yang adil, sejahtera, dan bermartabat.”
Dengan demikian, peringatan HUT ke-61 Partai Golkar bukan hanya dimaknai sebagai selebrasi politik, tetapi juga sebagai momentum spiritual yang memperdalam kesadaran kolektif akan panggilan luhur: untuk senantiasa mengabdi kepada bangsa dengan integritas, iman, dan cinta yang tulus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













