Redaksi76.com -Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Polikarpus Do Flobamora (Yaspora) Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan rangkaian kegiatan perlombaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat pendidikan nonformal.
Kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari semangat nasionalisme, kebersamaan, dan cinta tanah air yang terus digelorakan oleh lembaga pendidikan dan masyarakat di wilayah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 13 hingga 15 Agustus 2025, dipusatkan di halaman PKBM Bintang Timur, Desa Fenfui Timur, Kabupaten Kupang.
Perlombaan ini diikuti oleh warga belajar dari PKBM Bintang Timur dan PKBM Bintang Flobamora, para tutor, mahasiswa KKN Tematik dan PPL dari Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS) FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, serta pengurus yayasan. Jumlah keseluruhan peserta mencapai 44 orang.
Acara diawali dengan seremoni pembukaan yang turut dimeriahkan dengan perlombaan makan kerupuk sebagai simbol kesederhanaan dan keceriaan rakyat dalam memperingati hari kemerdekaan.
Ketua Yaspora NTT, Polikarpus Do, membuka kegiatan secara resmi dengan didampingi oleh Sekretaris Yayasan dan Ketua Pelaksana Harian Yaspora NTT. Kehadiran mereka memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta lomba.
Dalam siaran pers yang diterima media, Ketua Panitia Kegiatan, Arnoldus Jansen Tabung, menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba ini merupakan bagian dari komitmen bersama lembaga dan individu dalam memaknai kemerdekaan bangsa.
Ia menekankan pentingnya mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan solidaritas antarwarga sebagai wujud cinta tanah air.
“Kegiatan ini merupakan refleksi dari semangat kolektif, tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai media untuk membangun rasa kebersamaan serta mempertegas nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme,” ujar Arnoldus.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yaspora NTT, Polikarpus Do, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menyoroti pentingnya momentum kemerdekaan sebagai pengingat akan perjuangan para pendahulu, sekaligus sebagai motivasi untuk melanjutkan pembangunan karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab kolektif yang harus dimulai dari ruang-ruang kecil seperti ini. Perayaan kemerdekaan bukan semata seremoni, melainkan sebuah penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air yang mesti terus kita rawat,” tegas Polikarpus Do, yang akrab disapa Poli Do.
Lebih lanjut, beliau mengimbau agar seluruh peserta menjalani kegiatan ini dengan penuh kegembiraan dan ketulusan, menjadikannya sebagai wujud rasa syukur dan cinta terhadap bangsa Indonesia.
“Mari kita hayati kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan dan cinta kita kepada Indonesia, bukan sekadar ajang hiburan, namun sebagai ruang untuk memperkokoh solidaritas dan semangat kebangsaan,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan masih terus menyala di pelosok negeri, tidak hanya melalui seremoni kenegaraan, tetapi juga melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan yang memperkuat identitas dan persatuan bangsa.
Penulis : Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














