Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jokowi Dan NTT: Kepemimpinan Yang Hadir, Bekerja, Dan Dekat Dengan Rakyat

Avatar photo
Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Dr.Ir.Karolus Karni Lando,MBA.istimewa

Ketika NTT terdampak bencana, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran tahun jamak sekitar Rp338 miliar untuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir dan Siklon Seroja.

Bagi masyarakat kecil, bantuan pangan, rumah yang kembali dibangun, akses terhadap air, dan pelayanan kesehatan bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Semua itu menyangkut kehidupan sehari-hari mereka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

BERAPA BESAR DANA YANG DIKUCURKAN UNTUK NTT?

Sampai saat ini, saya belum menemukan satu laporan resmi yang menghimpun seluruh pengeluaran pemerintah pusat untuk NTT selama sepuluh tahun pemerintahan Jokowi ke dalam satu angka final. Anggaran pembangunan tersebar dalam berbagai kementerian, lembaga, program perlindungan sosial, dana transfer ke daerah, proyek strategis, penanganan bencana, serta pembangunan kabupaten dan kota.

Karena itu, tidak tepat apabila kita menyebut satu angka total tanpa dasar laporan konsolidasi yang dapat diverifikasi.

Namun, beberapa proyek yang diumumkan secara resmi saja telah menunjukkan nilai yang besar, antara lain:

• Penataan dan pembangunan infrastruktur pendukung Labuan Bajo sekitar Rp970 miliar.
• Pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di NTT sekitar Rp338 miliar.
• Pembangunan PLBN Napan sekitar Rp128 miliar.

Ketiga kelompok proyek tersebut sudah mencapai sedikitnya sekitar Rp1,436 triliun. Angka ini bukan keseluruhan dana untuk NTT, karena belum mencakup bendungan lainnya, jalan dan jembatan, bandara, pelabuhan, rumah sakit, air minum, bantuan sosial, dana desa, irigasi, pendidikan, kesehatan, serta transfer pemerintah pusat lainnya.

Dengan demikian, nilai keseluruhan perhatian anggaran pemerintah pusat untuk NTT selama era Jokowi tentu jauh lebih besar daripada contoh tersebut. Akan tetapi, angka totalnya harus didasarkan pada konsolidasi data resmi, bukan perkiraan politik.

Baca Juga :  Analisis Keterlibatan Kompol Kosmas Kaju Gae dalam Insiden Pejompongan

MENGAPA MASYARAKAT NTT TETAP MENYAYANGI JOKOWI?

Masyarakat NTT dikenal menghargai hubungan kekeluargaan, ketulusan, dan jasa seorang pemimpin. Ketika seorang pemimpin pernah datang, duduk bersama masyarakat, menyapa mereka secara langsung, dan meninggalkan hasil pembangunan yang terlihat, pengalaman tersebut akan tersimpan lama dalam ingatan.

Inilah salah satu alasan mengapa, setelah masa jabatannya berakhir, nama Jokowi masih memperoleh tempat khusus di hati banyak masyarakat NTT. Rencana kunjungannya kembali ke Kupang dan wilayah sekitarnya pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 juga menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak sepenuhnya berhenti setelah ia tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Namun, karena agenda tersebut masih diberitakan sebagai jadwal kunjungan, pelaksanaannya perlu dibedakan dari kegiatan yang telah selesai dilakukan.
Kasih masyarakat kepada seorang pemimpin tidak dapat diperintah, dilarang, ataupun dihapus melalui perdebatan politik. Perasaan itu lahir dari pengalaman yang mereka alami sendiri.

PENGARUH JOKOWI DALAM PILIHAN POLITIK MASYARAKAT

Secara realistis, kedekatan emosional dan tingkat kepercayaan yang telah terbentuk dapat memberikan pengaruh politik. Apabila Jokowi menyampaikan dukungan kepada partai atau tokoh tertentu, sangat mungkin sebagian masyarakat mempertimbangkan arahannya karena mereka masih mempercayai rekam jejak dan kepemimpinannya.

Namun, pilihan politik tetap menjadi hak pribadi setiap warga negara. Pengaruh seorang tokoh tidak berarti masyarakat kehilangan kebebasan untuk menilai program, integritas, kompetensi, dan komitmen partai atau calon yang didukungnya.

Karena itu, fenomena kecintaan masyarakat kepada Jokowi sebaiknya tidak disangkal, tetapi dipahami secara jujur. Dukungan tersebut merupakan hasil dari hubungan emosional, frekuensi kehadiran, dan pembangunan yang dinilai nyata oleh masyarakat.

JOKOWI SEBAGAI BAPAK PEMBANGUNAN BAGI NTT

Bagi banyak masyarakat NTT, Jokowi layak dikenang sebagai salah satu pemimpin yang memberikan perhatian besar kepada kawasan timur Indonesia. Ia bukan hanya datang membawa pidato, tetapi juga menghadirkan jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, bandara, rumah sakit, sarana air, kawasan pariwisata, fasilitas perbatasan, bantuan sosial, dan berbagai program pemberdayaan.

Baca Juga :  Kematian Anak Kelas  IV SD di Ngada Adalah Kegagalan Sistem: Ini Major NC Bagi Negara

Sebutan “Bapak Pembangunan” merupakan bentuk penghargaan masyarakat terhadap apa yang mereka lihat dan rasakan. Sebutan tersebut tidak berarti seluruh persoalan NTT telah selesai. Kemiskinan, pengangguran, stunting, keterbatasan air, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan ketimpangan antarwilayah masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah berikutnya.

Namun, sejarah juga harus ditulis secara adil. Tidak dapat dimungkiri bahwa pada masa kepemimpinan Jokowi, pembangunan di NTT menjadi lebih terlihat, lebih sering diperhatikan, dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya mengingat seorang pemimpin dari kata-katanya. Mereka mengingat siapa yang pernah hadir ketika dibutuhkan, siapa yang datang menemui mereka, dan siapa yang meninggalkan sesuatu yang dapat digunakan oleh anak cucu mereka.

Itulah sebabnya banyak masyarakat NTT tetap menyayangi Jokowi. Bagi mereka, Jokowi adalah pemimpin yang hadir, bekerja, dekat dengan rakyat, dan peduli terhadap Nusa Tenggara Timur.

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA
CEO – KRQA-SQC Certification Services

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung