Tarian Adat Tradisional Ja’i dan Gawi Meriahkan HUT Bayangkara di Polres Ende

Avatar photo
Berita76.Com
Tarian Hai dan Gawi Meriahkan Suasana HUT Bayangkara ke 79.istimewa

Redaksi76.com Di balik nuansa khidmat upacara Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar Polres Ende, Polda Nusa Tenggara Timur, terselip momen penuh kehangatan yang begitu membekas: dentingan musik tradisional dan derap langkah serempak dalam tarian adat Ja’i dan Gawi menyulap Lapangan Apel Polres menjadi panggung budaya yang hidup.

Begitu prosesi upacara selesai, suasana resmi berganti menjadi meriah. Forkompinda, tokoh masyarakat, tamu undangan, hingga para anggota kepolisian, larut dalam lingkaran persaudaraan.

Mereka bergandengan tangan, menari bersama dalam irama yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Flores.

Lebih dari Sekadar Tarian

Ja’i dan Gawi bukan sekadar pertunjukan seni. Di tanah Ende dan sekitarnya, keduanya adalah ekspresi kegembiraan, solidaritas, dan penerimaan.

Dalam konteks perayaan Hari Bhayangkara, tarian ini menjadi lambang eratnya hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat yang mereka layani.

“Tarian ini bukan hanya hiburan, tapi juga bentuk komunikasi budaya. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Kapolres Ende di sela acara.

Menari dalam Semangat Bhayangkara

Dengan mengenakan busana dinas yang masih rapi, para perwira Polri bergabung dengan warga dan pejabat daerah menari di bawah langit Ende yang cerah. Senyum, tawa, dan semangat gotong royong terasa begitu kuat.

Momen ini menjadi simbol nyata bahwa semangat Bhayangkara tidak hanya terpancang pada disiplin dan pengabdian semata, melainkan juga menyatu dengan nilai-nilai lokal, menjalin harmoni sosial dalam bingkai kebhinekaan.

Budaya sebagai Fondasi Pembangunan

Perayaan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya menegaskan eksistensi Polri dalam tugas-tugas keamanan, tetapi juga sebagai agen pemersatu masyarakat.

Kehadiran budaya lokal dalam peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari kekuatan kultural yang dimiliki masyarakat.

Baca Juga :  Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD NTT, Ny.Mindriyati Astiningsih Menyulam Janji Akan Menjalani Amanah Penuh Dedikasi

“Kami ingin melangkah bersama masyarakat, dengan menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan di Ende,” tambah seorang tokoh adat yang hadir dalam acara tersebut.

Dari Seremoni ke Silaturahmi

Tak hanya sebuah seremoni, Hari Bhayangkara di Polres Ende berubah menjadi ruang perjumpaan yang akrab—menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu irama.

Di tengah tantangan zaman, keharmonisan seperti inilah yang menjadi harapan bersama: Bhayangkara yang membumi, menyatu, dan menjaga tidak hanya keamanan, tetapi juga kearifan lokal.

Penulis: Arnold Dewa