Oleh: [Arnold Dewa]
Redaksi76.com – Di tengah geliat Kota Kupang yang kian dinamis, ada geliat lain yang tak kalah penting yaitu geliat literasi.
Hari Jumat, 13 Juni 2025, menjadi hari yang istimewa bagi SDK Santo Yoseph 2 Naikoten Kupang. Siang itu, Wakil Kepala Sekolah, Pius Yohanis Mere, S.Pd., menyambangi Sekretariat Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi NTT.
Sebuah kunjungan yang membawa misi besar: membangun ekosistem literasi yang hidup dan berkelanjutan di sekolah.
Disambut hangat oleh Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus Do, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog yang hangat, penuh semangat dan harapan.
Bukan sekadar diskusi seremonial, melainkan pembicaraan mendalam tentang langkah-langkah konkret yang akan ditempuh bersama demi menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Kami ingin agar anak-anak kami tumbuh dalam lingkungan yang mencintai membaca dan menulis. Karena itu, kami butuh mitra yang punya visi serupa. Forum TBM adalah mitra strategis,” ujar Pius Yohanis Mere, penuh keyakinan.
Dalam pertemuan itu, sejumlah agenda kolaboratif pun dirancang. Mulai dari revitalisasi taman baca sekolah, penyediaan bahan bacaan yang relevan dan menarik, hingga pelatihan bagi guru dan staf dalam mengelola ruang baca agar tak sekadar menjadi ruang sunyi penuh buku, tetapi ruang hidup yang memantik rasa ingin tahu.
Tak berhenti di sana, diskusi juga menyentuh aspek yang lebih luas: bagaimana membangun kesadaran literasi tak hanya di antara siswa, tapi juga di kalangan orang tua.
Program penyuluhan pun disiapkan, agar para orang tua memahami pentingnya kebiasaan membaca di rumah.
“Literasi adalah budaya yang tumbuh dalam ekosistem yang sehat, bukan kerja satu-dua orang,” tambah Pius.
Polikarpus Do menyambut baik niat tulus itu. Baginya, gerakan literasi di sekolah harus melibatkan banyak pihak dan tidak bisa berdiri sendiri.
“Sekolah adalah rumah pembelajaran. Dan rumah itu akan hidup jika semua penghuninya, mulai dari siswa hingga orang tua, menjadi bagian dari gerakan ini,” katanya.
Forum TBM NTT pun siap membuka pintu jaringan—menyediakan bahan bacaan, mendampingi program literasi, bahkan menghubungkan sekolah dengan mitra dari dunia usaha, media, hingga lembaga sosial.
Salah satu rencana besar hasil pertemuan itu adalah gelaran “Gebyar Literasi” pada bulan Juli mendatang. Sebuah perayaan literasi yang tidak hanya meriah, tetapi sarat makna—memperlihatkan hasil kerja kolaboratif dalam membangun kebiasaan membaca dan menulis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Polikarpus berharap, melalui kolaborasi ini, SDK Santo Yoseph 2 Kupang bisa menjadi sekolah model dalam penerapan literasi.
“Kami ingin sekolah ini menjadi contoh nyata bahwa gerakan literasi bisa berhasil jika didukung oleh semua pihak,” ujarnya.
Dengan semangat yang mengalir dari ruang diskusi itu, tampak jelas: ini bukan sekadar pertemuan dua lembaga. Ini adalah awal dari sebuah gerakan – gerakan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi pembelajar sepanjang hayat.
CATATAN REDAKSI :Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan /atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam pasal (1) ayat (11) dan (12) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirim melalui email : berita76gmail.com atau ke no kontak : +62 813 3982 5669 / +62 812 3646 2309.












