Redaksi76.com – Angin yang berhembus lembut dari lereng Gunung Meja membawa aroma khas tanah Flores saat satu persatu kendaraan rombongan memasuki pelataran Mapolres Ende.
Hari itu, Sabtu pagi yang syahdu, menjadi saksi kedatangan seorang tamu agung: Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H.
Namun bukan sekadar kedatangan pejabat tinggi. Di Ende, tanah bersejarah tempat lahirnya renungan Pancasila, setiap tamu disambut bukan hanya dengan tangan terbuka, tapi juga dengan jiwa dan budaya. Maka pagi itu, Mapolres Ende menjelma menjadi panggung kecil bagi kearifan lokal yang megah.
Di depan gerbang komando, Kapolres Ende, AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika, S.H., S.I.K., M.H., berdiri tegak menyambut. Dengan penuh takzim, ia mengalungkan selendang tenun khas Ende ke leher sang Wakapolda – seutas kain, namun sarat makna: penghormatan, penerimaan, dan doa yang terselip dalam helai-helainya.
Langkah Brigjen Baskoro kemudian diiringi denting nggo lamba – perpaduan gong dan gendang yang menggema dari jantung budaya Ende.
Lalu para penari muncul dalam formasi anggun, membawakan Tari Wanda, tarian adat yang bukan hanya gerakan, tapi juga puisi tubuh tentang penghormatan dan persaudaraan. Di sela hentakan kaki dan gemulai tangan, terselip sapaan penuh cinta: bhea – ungkapan adat untuk menyambut dengan hati.
“Selamat datang di sa’o ria tenda bewa,” bunyi pesan adat yang diterjemahkan oleh para tetua dan penjaga budaya. Sebuah undangan tulus untuk memasuki markas besar Polres Ende, tempat kehormatan dan pengabdian bertemu.
Dalam setiap simbol dan gerak, ada harapan yang disisipkan: agar kehadiran Wakapolda membawa sinar kebijakan yang mampu menuntun seluruh personel Polres dan Polsek.
Agar mereka, di tengah tantangan zaman dan medan tugas yang tak ringan, tetap menjadi penjaga keamanan yang humanis dan terpercaya di mata masyarakat.
Prosesi pun ditutup dengan barisan jajar hormat dari para personel. Tegap mereka berdiri, mata lurus ke depan – simbol kedisiplinan, rasa hormat, dan loyalitas kepada pimpinan.
Namun lebih dari itu, hari itu adalah tentang menyatunya rasa dan tata, tentang sebuah perjumpaan yang melampaui seremonial. Sebuah momen ketika budaya dan institusi berjalan beriringan, memperkuat harmoni antara kepolisian dan masyarakat.
Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo tak hanya datang sebagai Wakapolda. Ia hadir sebagai tamu agung yang disambut dengan hati, lalu meninggalkan jejak semangat bagi keluarga besar Polres Ende. Di bawah langit Bumi Pancasila, langkahnya menorehkan harapan baru bagi kepolisian yang bekerja dengan nurani.
Penulis : Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












