Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Yayasan Tananua Flores Dampingi Petani Ende Kembangkan Pertanian Organik Berkelanjutan

Avatar photo
Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Ket.Foto: Kegiatan Pengolahan Pupuk Organik Oleh Yayasan Tananua Flores. Istimewa

Redaksi76.com || Ende – Yayasan Tananua Flores terus mendorong pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, melalui pendampingan kepada Kelompok Tani (Poktan) Kotaboba di Desa Kobaleba, Kecamatan Mau Karo.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (22/6/2026), tim lapangan Yayasan Tananua Flores mendampingi para petani dalam praktik pembuatan pupuk organik berbahan dasar sumber daya lokal yang ramah lingkungan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Bahan yang digunakan antara lain batang dan daun pisang, daun gamal, daun lamtoro, daun kirinyu, kotoran sapi, dedak, serta pupuk organik padat.

Staf lapangan Yayasan Tananua Flores, Yulianus Soter Papu Rega, menjelaskan bahwa seluruh bahan organik tersebut dicacah dan dicampur sebelum diberikan cairan promi untuk mempercepat proses dekomposisi.

“Cairan promi berfungsi membantu proses pelapukan bahan-bahan organik. Proses ini berlangsung selama tiga minggu hingga satu bulan sebelum pupuk siap digunakan,” ujarnya.

Sementara itu, staf lapangan lainnya, Maksiaius P. A. Sando, mengatakan pupuk organik memiliki manfaat luas bagi berbagai jenis tanaman, mulai dari hortikultura, tanaman perkebunan hingga tanaman kehutanan.

Menurutnya, penggunaan pupuk organik mampu meningkatkan kualitas tanah, menjaga kelembapan saat musim kemarau, memperbaiki unsur hara yang menurun, serta mempertahankan struktur tanah dalam jangka panjang.

“Pupuk organik menjadi salah satu solusi untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.

Saat ini, Yayasan Tananua Flores mendampingi empat kelompok tani dan satu kelompok dasawisma di Desa Kobaleba.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat kapasitas petani melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan teknologi pertanian organik.

Baca Juga :  Polres Ende Gelar Apel Pasukan Operasi “Semana Santa Turangga 2025” Jelang Perayaan Paskah

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam mengembangkan potensi yang ada melalui pemanfaatan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi,” ujar Maksiaius.

Petani Rasakan Manfaat Pendampingan

Ketua Poktan Kotaboba, Ignasius Satu, mengaku pendampingan yang diberikan Yayasan Tananua Flores telah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi para anggota kelompok.

“Kami sangat bersyukur atas bimbingan, pendampingan, serta praktik langsung yang diberikan. Ini menjadi pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga bagi kami,” katanya.

Hal senada disampaikan anggota kelompok tani, Maximus Manek. Ia mengungkapkan bahwa proses produksi pupuk organik saat ini masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan dukungan peralatan yang lebih memadai.

“Kami berharap ke depan dapat memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian, khususnya mesin pencacah, agar proses pembuatan pupuk organik menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Selain memproduksi pupuk organik, kelompok tani juga mengembangkan berbagai komoditas pertanian, termasuk kakao dan tanaman hortikultura. Para anggota tampak aktif mengikuti seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pembuatan pupuk organik hingga penyiapan persemaian dan perawatan bibit tanaman.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat praktik pertanian organik di tingkat desa sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung