Redaksi76.com – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan gizi serta menjamin keamanan pangan bagi masyarakat, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Siap Saji (POSS).
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SPPG Ndona yang beralamat jalan jurusan Lokoboko – Watumbawu, Kelurahan Lokoboko pada Rabu, 09 Juli 2025.
Acara sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala SPPG Ndona, Melkianus Guka, S.Sos., Ketua Yayasan SPPG Ndona, Maksimus Deki, perwakilan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (Bale POM) Ende, perwakilan dari Badan Intelijen Negara (BIN) Ende, Danramil 01/1602 Ende, serta para peserta dan staf SPPG Ndona.
Perwakilan Bale POM Ende, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya edukasi dan pembekalan kompetensi kepada para tenaga pengelola pangan, guna memastikan setiap makanan yang disajikan telah memenuhi standar keamanan pangan.
“Pelatihan ini kami berikan agar seluruh karyawan memahami pentingnya proses pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh menu yang disajikan aman dikonsumsi oleh para penerima manfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkala di berbagai titik SPPG di wilayah Kabupaten Ende.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin kami. Setiap bulan, kami berkomitmen untuk turun langsung memberikan edukasi terkait keamanan pangan siap saji,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala SPPG Ndona, Melkianus Guka, S.Sos., mengungkapkan bahwa pelaksanaan layanan di lembaganya hingga saat ini berjalan dengan baik, meskipun menghadapi tantangan eksternal seperti ketersediaan bahan pangan.
“Secara internal, kami menjalankan evaluasi rutin sehingga tidak ada kendala. Namun secara eksternal, kami sering menghadapi keterbatasan pasokan buah-buahan karena dalam sehari membutuhkan 2.850 hingga 3.115 buah,” jelasnya.
Melkianus juga menambahkan bahwa Program Makan bergizi gratis melalui Badan Gizi Nasional (BGN), yang dilaksanakan oleh SPPG Ndona tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik, tetapi juga menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil dan ibu menyusui.
“Puji Tuhan, hingga saat ini pelaksanaan program di SPPG Ndona berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan atau PIC perwakilan Yayasan di SPPG Ndona Ndona, Maksimus Deki, menilai bahwa program BGN membawa dampak positif tidak hanya terhadap peningkatan kesehatan anak-anak, namun juga bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dulu, anak-anak kita tidak mengenal buah jeruk. Kini, mereka telah terbiasa mengonsumsinya. Selain itu, perputaran uang dari pembelian hasil tani lokal seperti buah-buahan turut menggerakkan ekonomi petani di Ende. Saya berharap masyarakat, khususnya para petani, dapat melihat peluang ini dan memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk budidaya buah,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti sinergi antara lembaga pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pelayanan gizi yang sehat, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Ende.
Penulis: Arnold Dewa
CATATAN REDAKSI :Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan /atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam pasal (1) ayat (11) dan (12) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirim melalui email : berita76gmail.com atau ke no kontak : +62 813 3982 5669 / +62 812 3646 2309.













