Redaksi76.com — Suasana di SMKN 1 Ende pada Jumat (6/3/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa kelas XII terlihat serius menjalani berbagai praktik di ruang laboratorium dan ruang keahlian.
Hari itu menjadi momen penting bagi mereka: pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai penilaian akhir sebelum lulus dari sekolah menengah kejuruan.
Sebanyak 459 siswa mengikuti ujian tersebut dari enam program keahlian berbeda, yakni Perkantoran dan Layanan Bisnis, Akuntansi, Bisnis Daring dan Pemasaran, Usaha Layanan Pariwisata, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, serta Rekayasa Perangkat Lunak.
Kepala SMKN 1 Ende, Albertus Jao Ndu, mengatakan UKK merupakan tahap akhir dalam proses pendidikan kejuruan yang berfungsi mengukur kemampuan siswa secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional.
“Uji Kompetensi Keahlian bagi siswa kelas XII merupakan penilaian akhir untuk melihat ketercapaian kompetensi dan profesionalisme siswa. Ini menjadi tahap penting untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja,” kata Albertus.
Menurut dia, pendidikan di sekolah kejuruan tidak boleh berhenti pada penguasaan teori semata. Lulusan SMK harus memiliki keterampilan yang siap diterapkan di dunia kerja.
“Melalui ujian ini kita dapat memastikan bahwa siswa memiliki kompetensi yang memadai untuk bekerja,” ujarnya.
Ujian Penting bagi Siswa SMK
Albertus menegaskan bahwa UKK merupakan salah satu ujian paling menentukan bagi siswa SMK karena menjadi indikator apakah siswa benar-benar menguasai bidang keahlian yang dipelajari selama tiga tahun.
Ia menilai dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga etika kerja, disiplin, serta kemampuan beradaptasi.
“Dunia kerja membutuhkan tenaga yang profesional, yang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, etika, dan etos kerja yang baik,” katanya.
Dorong Lulusan Jadi Wirausaha
Selain mempersiapkan siswa untuk bekerja, sekolah juga mendorong lulusan agar mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
Menurut Albertus, langkah tersebut penting terutama bagi daerah seperti Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi tantangan dalam ketersediaan lapangan kerja.
“Selain bekerja atau melanjutkan pendidikan, kami juga mendorong siswa memiliki jiwa wirausaha agar bisa membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyediakan berbagai peluang pembiayaan usaha, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMK untuk memulai usaha.
Kembangkan Produk Tenun Bermotif Kelimutu
Sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan daerah, SMKN 1 Ende juga mengembangkan produk unggulan sekolah melalui program One School One Product.
Produk yang dikembangkan adalah tenun dengan motif terinspirasi dari Danau Kelimutu, salah satu ikon wisata di Kabupaten Ende.
Albertus menjelaskan motif tersebut menggambarkan perjalanan menuju tiga danau hingga puncak Kelimutu. Tenun itu juga kerap diberikan kepada tamu dari daerah maupun pusat sebagai simbol penghormatan budaya.
“Setiap tamu yang datang biasanya kami berikan selendang tenun sebagai bentuk penghormatan budaya ketimuran,” ujarnya.
Kerja Sama Antar Sekolah
Ke depan, sekolah juga merancang kerja sama dengan puluhan sekolah lain di Nusa Tenggara Timur untuk memperluas produksi dan pemasaran tenun tersebut.
Menurut Albertus, sekitar 40 SMK dan 40 SMA direncanakan akan terlibat dalam pengembangan dan distribusi produk.
“Kalau sekolah-sekolah membutuhkan tenun, kami siap menyediakannya,” kata dia.
Ia optimistis langkah ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi sekolah dan masyarakat sekitar.
Ratusan Siswa Siap Menatap Masa Depan
Tahun ini, sebanyak 459 siswa kelas XII mengikuti UKK di SMKN 1 Ende dengan rincian:
– Perkantoran dan Layanan Bisnis: 115 siswa
– Akuntansi: 78 siswa
Bisnis Daring dan Pemasaran: 28 siswa
Usaha Layanan Pariwisata: 63 siswa
– Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi: 116 siswa
– Rekayasa Perangkat Lunak: 59 siswa
Bagi para siswa, ujian ini menjadi gerbang menuju masa depan, baik untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun merintis usaha sendiri.
Bagi sekolah, keberhasilan mereka bukan sekadar soal angka kelulusan, tetapi tentang sejauh mana pendidikan kejuruan mampu melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













